Sembelit (Konstipasi)
Penyakit
05-05-2021

Sembelit (Konstipasi)

Sembelit (konstipasi) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami kesulitan untuk buang air besar karena berkurangnya frekuensi pergerakan usus besar dalam mengangkut tinja. 

Sembelit atau konstipasi merupakan suatu gejala, bukan suatu penyakit.

Penyebab Sembelit (Konstipasi)

Penyebab terjadinya sembelit atau konstipasi antara lain:

  1. Diet yang buruk. Makan terlalu banyak lemak hewan (daging, telur, susu), tinggi gula, tapi kurang serat akan menyebabkan feses menjadi keras sehingga susah untuk dikeluarkan.
  2. Kurang minum. Akan berefek feses kurang kandungan airnya sehingga menjadi keras.
  3. Kafein dan alkohol. Dapat meningkatkan buang air kecil, sehingga bila disertai dengan kurang minum, akan membuat feses menjadi keras.
  4. Kebiasaan menahan BAB. Akan membuat rangsangan dan rasa untuk BAB menjadi berkurang.
  5. Obat-obatan. Beberapa jenis obat-obatan berefek mengeraskan feses; seperti antacid (obat maag), antispasmodic, antidepressant, zat besi, anti kejang, diuretik, penahan nyeri, dan obat yang mengandung narkotika.
  6. IBS (Irritable Bowel Syndrome). Yang biasa dikeluhkan oleh para perokok.
  7. Terlalu sering menggunakan pencahar, sehingga menjadi ketergantungan sampai akhirnya tidak ada efek terhadap pencahar dan membuat tidak bisa BAB sama sekali.
  8. Kehamilan. Dapat terjadi karena tertekan oleh rahim yang membesar, perubahan hormonal, perubahan pola diet, dan karena terjadi wasir.
  9. Penyakit dan masalah sumbatan pada usus.  Seperti diverticulitis, IBD (Irritable Bowel Disease), kanker usus, batu empedu, usus yang terpuntir (volvulus), usus menggulung ke dalam (intussusception), perlengketan pasca operasi.
  10. Kerusakan saraf pada usus karena masalah pada tulang punggung.
  11. Gangguan thyroid yang kurang memproduksi thyroxin.
  12. Keracunan timbal

Gejala Sembelit (Konstipasi)

Bila dalam 3 hari berturut-turut tidak BAB, feses akan menjadi keras dan akan berakibat pada kondisi medis lainnya seperti wasir, bisa juga merasa tidak tuntas setelah buang air besar.

Gejala lainnya adalah perut yang menegang, mual, muntah, sakit kepala, lidah memutih, serta napas bau (halitosis).

Diagnosis Sembelit (Konstipasi)

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang ada. Tidak setiap sembelit membutuhkan penanganan segera oleh dokter. Namun, tidak demikian jika disertai oleh adanya gejala-gejala berikut:

  • Perut distensi, membesar
  • Muntah
  • Adanya darah pada tinja
  • Penurunan berat badan
  • Terjadinya konstipasi berat atau bertambah berat pada orang tua

Kebutuhan pemeriksaan lanjutan tergantung dari hasil pemeriksaan oleh dokter. Jika penyebab terjadinya sembelit atau konstipasi sudah jelas (misalnya pemakaian obat tertentu, cedera, atau bed rest), maka seringkali konstipasi dapat diatasi tanpa perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, jika diperlukan, antara lain:

  • Foto sinar-X perut
  • CT (Computed Tomography) scan perut
  • Kolonoskopi, misalnya untuk mendeteksi apakah terdapat kanker pada usus besar
  • Pemeriksaan darah, misalnya untuk melihat kadar hormon tiroid atau kadar kalsium di dalam darah.

Penanganan Sembelit (Konstipasi)

Penanganan sembelit atau konstipasi yang dilakukan antara lain berupa:

  • Mengatasi setiap gangguan atau keadaan yang mendasari terjadinya sembelit atau konstipasi, misalnya dengan menghentikan atau mengganti obat-obat yang menyebabkan terjadinya sembelit atau konstipasi.
  • Mengatur pola makan (diet) dan perilaku, yaitu dengan:
    • Makan cukup serat (15-20 gram) setiap hari, misalnya dari buah dan sayur. Agar bisa bekerja dengan baik, asupan serat juga harus disertai dengan minum air yang cukup.
    • Cobalah untuk buang air besar pada waktu yang sama setiap hari, disarankan 15-45 menit setelah makan pagi, karena makan akan menstimulasi gerakan usus besar.
  • Pemberian obat pencahar atau enema jika diperlukan

Obat pencahar dan enema harus digunakan secara hati-hati, karena bisa menyebabkan terjadinya diare, dehidrasi, kram perut, atau bahkan ketergantungan pada obat tersebut. Obat ini tidak digunakan pada orang-orang yang mengalami:

  • Nyeri perut tiba-tiba tanpa sebab yang jelas
  • Peradangan pada usus
  • Sumbatan usus
  • Perdarahan saluran cerna
  • Impaksi kotoran (tinja)

Pencegahan Sembelit (Konstipasi)

Cara paling baik untuk mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi:

  1. Upayakan pola BAB yang teratur, seperti setiap pagi sebelum atau sesudah sarapan.
  2. Bila Anda merasa ingin BAB, jangan menahan atau menunda BAB.
  3. Mengatur diet harian agar mendapatkan serat yang cukup, terutama yang bersumber dari sayuran.
  4. Hindari dehidrasi, minum air putih yang cukup (kurang lebih 2 liter per hari).
  5. Berhenti merokok dan jauhi asap rokok orang lain.
  6. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi kopi dan alkohol.

Referensi:

  • G, Norton J. Constipation. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.
  • Kris Pranaka, konstipasi pada orang tua dalam buku ajar Geriatri,2014