Informasi Penyakit

Tuberkulosis pada Bayi

dr. VIDYA HARTIANSYAH
30 Juni 2026
Tuberkulosis pada Bayi

Tuberkulosis pada Bayi

dr. VIDYA HARTIANSYAH
30 Juni 2026

Tuberkulosis adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Infeksi tuberkulosis bisa menyerang berbagai organ, terutama paru-paru.


Penyebab Tuberkulosis pada bayi

Penyebab Tuberkulosis pada Bayi

Penyebab tuberkulosis adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Bayi bisa terkena tuberkulosis (TB) melalui berbagai cara:

  • Penyebaran infeksi melalui plasenta, saat bayi masih berada dalam kandungan
  • Menghirup atau menelan cairan ketuban yang terinfeksi saat proses persalinan
  • Menghirup udara yang terkontaminasi setelah bayi lahir. Penularan bisa dari siapa saja yang terinfeksi kuman TB, misalnya anggota keluarga atau pengasuh bayi yang terinfeksi tuberkulosis

Sekitar 50% anak yang lahir dari ibu dengan tuberkulosis paru aktif akan menderita penyakit ini saat tahun pertama setelah dilahirkan jika anak tersebut tidak diberikan obat profilaksis atau vaksin BCG.


Gejala Tuberkulosis pada bayi

Gejala Tuberkulosis pada Bayi

Gejala klinis tuberkulosis pada bayi baru lahir tidak spesifik, tetapi biasanya ditandai dengan adanya gangguan pada berbagai organ. Bayi baru lahir bisa tampak sakit akut atau kronis, dan bisa mengalami:

  • demam
  • tampak mengantuk
  • tidak kuat menghisap
  • gangguan pernapasan
  • gagal berkembang (tidak terjadi penambahan berat badan)
  • pembesaran hati dan limpa karena organ ini menyaring bakteri tuberkulosis sehingga menyebabkan aktivasi sel-sel darah putih

Kapan harus ke dokter?

Segeralah konsultasikan ke dokter jika anak Anda mempunyai keluhan dan tanda Tuberculosis, seperti:

  • Ada kontak dengan positif TB
  • Anak kurang aktif
  • Anak rewel
  • Tumbuh kembang anak terganggu
  • Anak demam

Diagnosis Tuberkulosis pada bayi

Diagnosis Tuberkulosis pada Bayi

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada ibu hamil secara rutin dilakukan tes tuberkulin. Hasil yang positif sebaiknya diikuti dengan pemeriksaan rontgen dada. Tes tuberkulin seringkali dilakukan pada bayi yang ibunya memberikan hasil tes positif. Jika diduga suatu tuberkulosis, maka perlu dilakukan kultur sekret dari saluran pernapasan, cairan lambung, dan air kemih. Selain itu, jika diperlukan bisa juga dilakukan punksi dan kultur cairan serebrospinal.

Untuk mengetahui apakah terdapat infeksi pada paru-paru, maka perlu dilakukan rontgen dada. Biopsi hati, kelenjar getah bening, paru-paru, atau selaput paru bisa dilakukan untuk memperkuat diagnosis.


Penanganan Tuberkulosis pada bayi

Pengobatan Tuberkulosis pada Bayi

Pemberian terapi tergantung dari apakah terdapat penyakit tuberkulosis aktif atau hanya berupa hasil tes tuberkulin yang positif (pada ibu, bayi, atau keduanya) yang menunjukkan adanya infeksi tanpa manifestasi penyakit.

Pengobatan TB harus diberikan sesuai dengan petunjuk dokter (baik kombinasi obat, dosis obat, dan jangka waktu pemakaian). Kepatuhan akan pengobatan sangat penting, hal ini berkaitan dengan keberhasilan pengobatan dan pencegahan terjadinya resistensi bakteri terhadap obat-obat yang diberikan. Selain itu, pemakaian obat yang tidak benar juga bisa berbahaya, mengingat adanya kemungkinan efek samping yang terjadi.


 

 

 


Prognosis Tuberkulosis pada Bayi

Tuberkulosis perinatal merupakan kasus yang berat dengan angka mortalitas pada neonatus mencapai 15-50% walaupun dengan penanganan yang tepat. Angka yang tinggi ini akibat dari gejala yang tidak spesifik sehingga seringkali terjadi keterlambatan diagnosis, penyakit diseminata yang lebih sering terjadi pada neonatus, dan sistem imun yang masih imatur sehingga lebih berisiko terjadi kasus berat. Beberapa dampak jangka panjang yaitu kerusakan paru pada TB paru dan keterlambatan perkembangan atau sekuele neurologis pada TB berat atau TB meningitis. Pengenalan dini, tata laksana yang tepat dan komprehensif, dan pemantauan berkala jangka panjang dapat memperbaiki prognosis dari TB perinatal.


Dokter Spesialis

Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.


Pencegahan Tuberkulosis pada Bayi

Pencegahan tuberkulosis pada bayi dimulai dari orangtuanya. Apabila orangtua bayi (baik ibu atau ayah) positif tuberkulosis, orangtua harus mendapatkan pengobatan yang sesuai. Bayi yang lahir dari ibu yang positif tuberkulosis diberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) bila tidak bergejala. Apabila bayi bergejala dan tampak tidak stabil (ada sesak napas, kejang, lemah), OAT (obat anti tuberkulosis) harus segera diberikan.

Lingkungan sekitar bayi juga harus diperhatikan,

  • hindari kontak antara bayi dengan orang yang positif TB, dan jangan biarkan bayi tidur, digendong, atau dicium oleh orang yang tidak diketahui status TB-nya
  • jaga kebersihan rumah dan pastikan ventilasi udara baik dan banyak cahaya matahari masuk ke dalam rumah
  • pastikan penderita TB untuk tidak batuk atau bersin sembarangan (gunakan tisu yang kemudian dibuang di tempat sampah tertutup) dan tidak meludah di sembarang tempat

 

 


Referensi

Referensi:

  • C, Mary T. Perinatal Tuberculosis. The Merck Manual. 2013.
  • saripediatri.org. Tuberkulosis Perinatal: Tinjauan Komprehensif Penyakit yang Sering Dilupakan. 2025.
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa