Mitos dan fakta puasa sering kali menjadi perbincangan setiap bulan Ramadhan. Puasa memang memiliki manfaat spiritual sekaligus kesehatan, tetapi tidak sedikit informasi yang beredar di masyarakat belum tentu sesuai dengan penjelasan medis. Banyak orang pun merasa khawatir atau ragu menjalankannya.
Memahami perbedaan antara mitos dan fakta membantu Anda menjalani puasa dengan lebih tenang dan aman. Lembaga kesehatan dunia WHO misalnya, telah memberikan penjelasan ilmiah mengenai dampak puasa terhadap tubuh. Yuk simak selengkapnya!
Deretan Mitos dan Fakta Puasa yang Banyak Disalahpahami
Berikut sejumlah mitos dan fakta seputar puasa yang wajib diketahui agar Anda dapat menjaga kesehatan tubuh dan tetap menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran.
1. Mitos: Puasa Pasti Membahayakan Kesehatan
Sebagian orang beranggapan bahwa menahan makan dan minum selama belasan jam dapat merusak tubuh. Padahal, bagi individu yang sehat, puasa umumnya aman dilakukan. Tubuh memiliki mekanisme adaptasi alami terhadap perubahan pola makan dalam jangka waktu tertentu.
Menurut Mayo Clinic, pembatasan asupan kalori dalam periode terkontrol dapat memberikan dampak positif terhadap metabolisme, seperti membantu regulasi gula darah dan sensitivitas insulin. Hal ini juga sering dikaitkan dengan pola intermittent fasting yang banyak diteliti secara ilmiah.
Meski demikian, kondisi kesehatan setiap orang berbeda. Kemenkes RI menegaskan bahwa individu dengan penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, atau penyakit ginjal perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum berpuasa untuk memastikan keamanannya.
2. Mitos: Tidak Sahur Tidak Masalah Selama Kuat
Mitos dan fakta puasa selanjutnya adalah anggapan bahwa sahur bisa dilewatkan selama tubuh masih terasa kuat. Padahal, sahur memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan energi sepanjang hari. Tanpa sahur, tubuh lebih cepat mengalami penurunan kadar gula darah.
Asupan nutrisi yang cukup membantu mempertahankan fungsi organ dan kinerja otak. Sahur dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, serat, dan cairan dapat memperlambat rasa lapar dan menjaga konsentrasi.
Melewatkan sahur juga berisiko meningkatkan dehidrasi, terutama jika aktivitas cukup padat. Karena itu, sahur bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting dari strategi menjaga kesehatan saat puasa.
3. Mitos: Puasa Menyebabkan Dehidrasi Berat pada Semua Orang
Puasa membatasi asupan cairan selama siang hari, tetapi tidak otomatis menyebabkan dehidrasi berat pada semua orang. Risiko dehidrasi sangat bergantung pada kondisi tubuh, aktivitas fisik, dan pola konsumsi cairan saat berbuka serta sahur.
WHO menyarankan pengaturan cairan yang cukup dengan membagi waktu minum dari berbuka hingga sahur. Pola minum bertahap lebih efektif dibandingkan mengonsumsi air dalam jumlah besar sekaligus.
Dehidrasi berat biasanya ditandai dengan pusing hebat, lemas ekstrem, atau penurunan kesadaran. Jika gejala tersebut muncul, Anda perlu segera mencari pertolongan medis.
4. Mitos: Puasa Selalu Menurunkan Berat Badan
Banyak orang berharap berat badan otomatis turun selama puasa. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Perubahan berat badan sangat dipengaruhi oleh pola makan dan jumlah kalori yang dikonsumsi saat berbuka dan sahur.
Pembatasan waktu makan dapat membantu pengaturan berat badan, tetapi hasilnya tetap bergantung pada kualitas asupan nutrisi. Konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan lemak justru dapat meningkatkan berat badan.
Karena itu, menjaga pola makan seimbang tetap menjadi kunci. Puasa bukan alasan untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan saat berbuka.
5. Mitos: Penderita Maag Tidak Boleh Puasa
Tidak semua penderita gangguan lambung dilarang berpuasa. Pada kasus maag ringan yang terkontrol, puasa masih dapat dilakukan dengan pengaturan makan yang tepat serta pemantauan gejala secara berkala. Kunci utamanya adalah memastikan lambung tidak dalam kondisi peradangan akut.
Pemilihan makanan rendah lemak, tidak terlalu pedas, dan tidak asam dapat membantu mencegah kekambuhan gejala. Selain itu, disarankan untuk menghindari konsumsi kafein berlebihan serta tidak langsung berbaring setelah makan. Mengatur porsi agar tidak berlebihan saat berbuka juga penting untuk mencegah produksi asam lambung meningkat drastis.
Namun, bagi penderita gastritis berat, GERD yang tidak terkontrol, atau tukak lambung aktif, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum memutuskan berpuasa. Penyesuaian terapi obat harus dilakukan sesuai anjuran medis, terutama untuk obat yang termasuk kategori obat keras.
6. Mitos: Olahraga Saat Puasa Berbahaya

Sebagian orang menghindari olahraga karena takut lemas atau pingsan saat puasa. Padahal, aktivitas fisik ringan hingga sedang tetap aman dilakukan selama kondisi tubuh baik.
Mayo Clinic menyarankan olahraga dengan intensitas ringan seperti jalan kaki, stretching, atau yoga. Waktu terbaik biasanya menjelang berbuka atau setelah berbuka agar risiko dehidrasi lebih rendah.
Olahraga justru membantu menjaga kebugaran, meningkatkan kualitas tidur, dan mendukung kesehatan jantung selama bulan Ramadhan.
7. Mitos: Minum Air Banyak Sekaligus Bisa Mengganti Cairan Seharian
Ada anggapan bahwa minum air dalam jumlah sangat banyak saat berbuka dapat langsung mengganti cairan tubuh yang hilang. Faktanya, tubuh menyerap cairan secara bertahap.
Konsumsi cairan yang dibagi dalam beberapa waktu lebih efektif dalam menjaga hidrasi. Pola 2–4 gelas saat berbuka, malam hari, dan sahur sering dianjurkan.
Minum berlebihan sekaligus justru dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung. Distribusi cairan yang seimbang jauh lebih dianjurkan.
8. Mitos: Puasa Menurunkan Daya Tahan Tubuh
Banyak yang khawatir puasa membuat tubuh mudah sakit. Padahal, daya tahan tubuh dipengaruhi banyak faktor seperti kualitas tidur, asupan nutrisi, dan manajemen stres.
Pola hidup sehat tetap menjadi penentu utama sistem imun. Puasa yang disertai konsumsi makanan bergizi seimbang tidak serta-merta menurunkan kekebalan tubuh.
Sebaliknya, kurang tidur dan stres berlebihan justru lebih berisiko terhadap penurunan imunitas dibandingkan puasa itu sendiri.
9. Mitos: Semua Obat Harus Dihentikan Saat Puasa
Sebagian orang menghentikan konsumsi obat tanpa berkonsultasi karena khawatir membatalkan puasa. Tindakan ini berisiko, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis.
Banyak obat yang jadwalnya dapat disesuaikan menjadi saat sahur dan berbuka. Namun, perubahan jadwal konsumsi harus dilakukan berdasarkan anjuran dokter.
Untuk obat keras, penggunaannya wajib berdasarkan resep dan petunjuk dokter. Menghentikan terapi tanpa arahan medis dapat memperburuk kondisi kesehatan.
10. Mitos: Puasa Membuat Produktivitas Menurun Drastis
Penurunan energi di awal puasa adalah hal yang wajar karena tubuh sedang beradaptasi. Namun, kondisi ini biasanya bersifat sementara.
Penelitian menunjukkan bahwa setelah fase adaptasi, tubuh mampu menyesuaikan ritme metabolisme. Dengan pola tidur yang cukup dan nutrisi seimbang, produktivitas dapat tetap terjaga.
Manajemen waktu yang baik, istirahat cukup, dan hidrasi optimal menjadi kunci agar aktivitas harian tetap berjalan lancar selama bulan Ramadhan.
Pahami Mitos dan Fakta Puasa agar Tetap Sehat Bersama Medicastore!
Memahami mitos dan fakta puasa secara menyeluruh membantu Anda menjalani ibadah dengan lebih tenang, aman, dan penuh kesadaran. Informasi medis yang tepat membuat Anda tidak mudah termakan anggapan keliru, sekaligus mampu menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa.
Agar puasa berjalan lebih nyaman, dukungan produk kesehatan yang tepat tentu dibutuhkan. Medicastore menyediakan berbagai kebutuhan medis, seperti obat sesuai resep, vitamin, suplemen, produk herbal, hingga produk pendukung kesehatan lainnya.
Melalui aplikasi Medicastore, Anda bisa mengakses edukasi seputar puasa, memahami mitos dan fakta medis, serta menyesuaikan kebutuhan obat dengan lebih mudah. Yuk, kunjungi website atau download aplikasi Medicastore sekarang!.
Referensi:
- https://www.cdc.gov/healthy-weight-growth/water-healthy-drinks/index.html
- https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/8-cara-menjaga-tubuh-agar-tetap-fit-saat-puasa/
- https://www.emro.who.int/nutrition/healthy-eating/
- https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/intermittent-fasting/faq-20441303
- https://upk.kemkes.go.id/new/5-tips-sehat-selama-bulan-ramadhan