Makanan Penyebab Asam Lambung Naik

Penyakit asam lambung adalah salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia.

Normalnya, ketika kita menelan makanan, otot di bagian bawah esofagus (kerongkongan) akan relaksasi sehingga makanan dan cairan masuk ke dalam lambung, kemudian otot tersebut akan mengencang dan menutup sehingga makanan dan asam lambung tidak mengalir balik.

Bila otot tersebut tidak bekerja dengan baik, asam lambung akan naik ke esofagus. Kondisi ini lebih buruk bila penderitanya menunduk atau berbaring.

Gejala asam lambung naik antara lain nyeri ulu hati, sensasi panas atau perih di dada, termasuk rasa pahit dan asam yang muncul di pangkal tenggorokan, kembung, dan bersendawa hampir setiap kali makan.

Makanan yang diketahui menjadi pencetus masalah lambung menyebabkan otot relaksasi dan memperlambat proses pencernaan, sehingga makanan berada dalam lambung lebih lama. Oleh karena itu, makanan berperan penting dalam mengendalikan gejala asam lambung naik dan merupakan terapi pertama untuk penderita masalah lambung.

Makanan Penyebab Asam Lambung Naik

Seperti telah disebutkan di atas, ada sebagian jenis makanan yang dapat menyebabkan masalah lambung, misalnya:

  1. Makanan asam

Makanan-makanan asam misalnya saus tomat, buah golongan sitrus seperti jeruk, lemon, nanas, dapat mencetuskan gejala asam lambung naik.  

  1. Minuman tertentu

Sebagian jenis minuman dapat memperburuk penyakit asam lambung karena dapat merelaksasi otot di kerongkongan, atau melebarkan lambung, dan meningkatkan produksi asam lambung. Contohnya alkohol, minuman bersoda, kopi, dan minuman yang mengandung kafein lainnya.

  1. Makanan tinggi lemak

Makanan yang tinggi lemak dapat memperburuk gejala karena lemak memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna.

Makanan yang tinggi lemak misalnya daging merah, keju, mentega, es krim, coklat, dll.

  1. Mint

Makanan yang mengandung mint harus dihindari, karena mint dapat menyebabkan otot di kerongkongan tidak dapat bekerja dengan baik.

  1. Makanan pedas, terlalu banyak bumbu, atau garam  

Makanan pedas dapat mengiritasi lapisan lambung, yang dapat menimbulkan gejala asam lambung. Makanan yang terlalu banyak bumbu atau garam misalnya makanan cepat saji, keripik, dan makanan atau cemilan yang melalui banyak proses dalam pembuatannya.

 

Bila Anda sering mengkonsumsi makanan di atas, cobalah untuk menguranginya dan melihat apakah keluhan akan berkurang.  

Bila Anda mengkonsumsi obat-obatan untuk mengendalikan gejala asam lambung naik, Anda sesekali dapat mengkonsumsi makanan yang dapat mencetuskan gejala. Akan tetapi secara umum hindari makanan-makanan tersebut ketika gejala muncul.

Makanan yang Dapat Menurunkan Asam Lambung

Bila Anda mengalami masalah asam lambung, ada beberapa pilihan makanan yang dapat membantu mengurangi gejalanya.

Berikut ini beberapa contohnya:

    1. Permen karet

Mengapa permen karet? Ketika kita mengunyah permen karet, produksi air liur meningkat. Air liur bekerja melawan asam lambung di kerongkongan.

    1. Lemak sehat

Lemak sehat dapat membantu mengurangi gejala asam lambung. Lemak tak jenuh tunggal dan ganda dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi penderita asam lambung. Akan tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Lemak tak jenuh tunggal misalnya alpukat, minyak zaitun, canola, minyak wijen, minyak bunga matahari, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Lemak tak jenuh ganda misalnya minyak jagung, minyak kedelai, biji bunga matahari, kacang kenari, ikan jenis tertentu, seperti salmon, mackerel.

    1. Madu

Madu memiliki sejumlah manfaat, termasuk mengatasi asam lambung yang naik. Madu dapat membantu mengurangi peradangan pada kerongkongan. Madu juga dapat melapisi kerongkongan dan lambung sehingga melindunginya dari asam lambung.

    1. Buah non-sitrus

Buah-buahan non sitrus, dapat membantu mengurangi atau menghindari terjadinya asam lambung naik.

Buah-buahan yang dimaksud antara lain:

  • apel
  • pisang
  • anggur
  • melon
  • semangka
  • pir

makanan yang baik untuk penderita asam lambung naik

  1. Sayur-sayuran

Sayuran dapat membantu mengurangi masalah asam lambung karena banyak mengandung serat, rendah lemak, dan termasuk makanan yang basa.

Beberapa contoh sayuran yang dapat Anda konsumsi untuk membantu mengurangi gejala asam lambung misalnya:

  • brokoli dan kembang kol
  • kubis dan bayam
  • wortel
  • jagung
  • timun
  • jahe
  • kacang polong
  • paprika hijau

 

  1. Serealia utuh

Serealia utuh adalah biji-bijian utuh yang belum mengalami proses pengolahan atau penggilingan.

Makanan yang termasuk dalam serealia utuh merupakan sumber serat yang baik. Serat berperan penting dalam mengurangi masalah asam lambung.

Diet rendah serat dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat lambung sulit kosong, yang menyebabkan asam lambung dapat naik ke kerongkongan.

Contoh makanan yang termasuk dalam jenis ini adalah beras merah, oatmeal, roti ‘whole grain’.

Makanan yang Dapat Membantu Mencegah Masalah Lambung

Ada sebagian jenis makanan yang dapat membantu mencegah masalah asam lambung, misalnya:

  • Makanan yang mengandung serat tinggi. Misalnya sayuran hijau, umbi-umbian, atau gandum utuh. Kandungan serat tinggi dapat membuat kita mudah kenyang sehingga tidak makan berlebihan yang dapat membuat asam lambung mudah naik.
  • Makanan basa, seperti buah pisang, melon, kol, kacang-kacangan.
  • Makanan yang banyak mengandung air, yang dapat melarutkan dan melemahkan asam lambung, seperti seledri, timun, semangka, selada.

Tips untuk Mengurangi Masalah Asam Lambung

Selain memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, perubahan kebiasaan makan dan beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi masalah asam lambung, misalnya dengan:

  • makan dalam jumlah yang lebih sedikit tetapi sering
  • tidak berbaring setelah makan
  • tidak makan malam terlalu larut (paling lambat 3 jam sebelum tidur)
  • menghindari berolahraga berat beberapa jam setelah makan
  • minum air putih dengan kadar pH lebih dari 8
  • menghindari dan mengatasi stress
  • mengurangi berat badan bila kelebihan berat atau obesitas
  • tidka membungkuk setelah makan
  • berhenti merokok
  • tidur dengan kepala lebih tinggi dari perut (sekitar 15 cm)

Kapan harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter bila ada obat-obatan yang Anda konsumsi dan sepertinya menyebabkan masalah lambung. Akan tetapi jangan berhenti minum obat sebelum Anda mendapatkan petunjuk dari dokter.

Selain itu, periksakan diri Anda ke dokter apabila ada gejala sebagai berikut:

  • dada sering terasa terbakar (menetap)
  • batuk atau bunyi mengi yang menetap
  • sulit menelan
  • berat badan turun tanpa sengaja
  • gejala semakin memburuk

Segera datang ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan bila Anda mengalami:

  • muntah darah, atau di muntahan seperti ada kopi
  • nyeri dada dan dada terasa tidak nyaman
  • tinja berwarna seperti aspal atau merah marun

 

 

 

Referensi:

  • upk.kemkes.go.id/new/5-jenis-makanan-penurun-asam-lambung
  • www.health.com/condition/heartburn/11-foods-that-help-heartburn-according-to-gastroenterologists
  • www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/gerd-diet-foods-to-avoid-to-reduce-acid-reflux
  • www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/gerd-diet-foods-that-help-with-acid-reflux-heartburn