Tic (Kelainan Gerak)
Tic merupakan gerakan-gerakan cepat, tidak bertujuan, berulang-ulang, dan tidak disadari yang identik antara satu gerakan dengan gerakan lainnya. Gerakan-gerakan ini dapat ditahan tetapi hanya sebentar dengan upaya sadar.
Penyebab Tic
Penyebab Tic
Tic, terutama tic sederhana, dapat terjadi dengan sendirinya. Banyak tics yang mulai terjadi saat anak-anak dan menghilang dengan sendirinya. Tic juga dapat muncul sebagai bagian dari gangguan lainnya, misalnya penyakit Huntington, gangguan obsesif-kompulsif, infeksi tertentu, atau stroke. Beberapa obat dan toksin juga dapat menyebabkan timbulnya tic.
Gejala Tic
Gejala Tic
Sebelum tic terjadi, penderita dapat merasakan dorongan yang sangat untuk melakukan tic. Dorongan ini mirip dengan ketika seseorang hendak bersin atau menggaruk bagian tubuh yang gatal. Ketegangan terjadi, biasanya pada bagian tubuh yang terkena. Ketika tic terjadi, mereka akan merasa lega seketika.
Tic terkadang dapat ditunda untuk beberapa detik atau menit, tetapi biasanya dorongan tersebut menjadi tidak tertahankan. Kebanyakan penderita mengalami masalah dalam mengendalikan tics, terutama saat mengalami stress. Namun, beberapa orang dapat menekan tic, biasanya dengan susah payah. Memberikan perhatian pada tic, terutama pada anak-anak, dapat membuat tic semakin parah.
Tic bisa bersifat sederhana atau kompleks. Tic yang sederhana bisa berupa gerakan mengedip-ngedipkan mata, menyeringai, atau menyentak-nyentakkan kepala. Tic yang bersifat kompleks bisa berupa gerakan-gerakan yang terjadi pada sindroma Tourette.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian tic tidak serius dan dapat menghilang dengan cepat. Bila tic ringan dan tidak menimbulkan masalah, tidak perlu memeriksakan diri ke dokter. Periksakan diri ke dokter bila tic pada anak:
- Sering terjadi atau semakin memberat
- Menyebabkan masalah sosial dan emosional, misalnya bullying
- Menyebabkan nyeri atau tidak nyaman
- Mengganggu aktivitas sekolah atau lainnya
- Diertai dengan kemarahan, depresi, atau ingin melukai diri sendiri
Diagnosis Tic
Diagnosis Tic
Riwayat kesehatan yang baik dan pemeriksaan fisik biasanya diperlukan untuk mendiagnosis gangguan motorik atau vokal.
Dokter akan menanyakan sudah berapa lama tic tersebut terjadi. Jika seorang pasien mengalami tic setiap hari selama satu tahun dan belum mengalami periode bebas tic lebih dari tiga bulan maka diagnosisnya adalah gangguan tic. Seringkali tics dipersulit oleh gejala gangguan obsesif-kompulsif (OCD) , pasien dengan kondisi ini mungkin perlu diperiksa oleh psikiater.
Penanganan Tic
Penanganan Tic
Untuk tic sederhana, khususnya pada anak-anak, seringkali tindakan yang paling baik adalah dengan membuat penderita tenang, misalnya dengan sebisa mungkin memberi sedikit perhatian pada tic. Suntikan toksin botulinum pada otot yang terkena adakalanya bisa dilakukan untuk melumpuhkan otot tersebut, sehingga mencegah terjadinya tic.
Obat-obatan yang dapat membantu mengontrol gejala tic antara lain:
- Obat-obatan yang menghambat atau mengurangi dopamin, misalnya fluphenazine, haloperidol, risperidone, dan pimozide.
- Injeksi toksin botulinum.
Terapi Tic
- Terapi Perilaku. Cognitive Behavioral Interventions, termasuk habit-reversal training, dapat membantu mengendalikan tic, mengidentifikasi pencetus tics akan segera muncul, dan belajar untuk mengalihkan gerakan.
- Psikoterapi. Psikoterapi dapat membantu mengatasi masalah yang menyertai, misalnya ADHD, obsesi, depresi atau kecemasan.
- Deep brain stimulation (DBS). Untuk tic yang tidak merespons terhadap pengobatan, DBS dapat membantu. DBS adalah tindakan menempatkan sebuah alat di otak untuk memberikan stimulasi listrik ke area target yang mengendalikan gerakan. Akan tetapi terapi ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Komplikasi Tic
Penderita tic biasanya tidak mengalami komplikasi dan dapat hidup aktif, terutama bila mendapatkan pengobatan yang tepat. Akan tetapi tic dapat menyebakan:
- Meningkatnya masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, gangguan mood, gangguan belajar dan tidur
- Pemikiran melukai diri sendiri pada kasus berat
- Nyeri, misalnya sakit kepala
- Masalah pengaturan emosi (kemarahan)
Prognosis Tic
Tic biasanya lama kelamaan akan membaik dan sembuh sepenuhnya. Terkadang tic berlangsung selama beberapa bulan, tetapi lebih sering hilang timbuh selama berlangsung selama beberapa tahun. Tic paling berat antara usia 8 hingga 17 tahun. Biasanya membaik dengan sendirinya setelah pubertas.
Dokter Spesialis
Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
Pencegahan Tic
Tic tidak dapat dicegah karena penyebab pastinya belum diketahui.
Referensi
Referensi:
- E. David, P. Michael. Tics. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.
- ePainAssist.com (Gambar Cover)
- my.clevelandclinic.org. Tics and Tic Disorders. 2024.
- www.cedars-sinai.or
- www.webmd.com. Tic Disorders and Twitches. 2024.