Kekurangan dan Kelebihan Zinc
Penyakit
08-07-2021

Kekurangan dan Kelebihan Zinc

Zinc tersebar luas di seluruh tubuh, yaitu pada tulang, gigi, rambut, kulit, hati, otot, sel-sel darah putih, dan testis.

Kadar zinc di dalam tubuh tergantung dari jumlah zinc yang dikonsumsi pada makanan. Beberapa makanan yang mengandung seng dalam jumlah banyak antara lain daging, hati, telur, dan makanan laut. Kekurangan atau kelebihan zinc dari dalam tubuh bisa menimbulkan berbagai gangguan.

Penyebab Kekurangan dan Kelebihan Zinc

Kekurangan Zinc

Banyak keadaan yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kekurangan zincpada tubuh. Padi yang belum digiling mengandung bahan-bahan seperti serat dan fosfat, yang menghambat penyerapan zinc. Mengkonsumsi tanah liat, suatu kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang tertentu, juga menghambat penyerapan zinc dan menyebabkan tubuh kekurangan zinc.

Akrodermatitis enteropatika merupakan suatu kelainan yang diturunkan dan jarang terjadi, di mana seng tidak dapat diserap. Kelainan ini menyebabkan diare, rambut rontok, dan kekurangan zinc di dalam tubuh. 

Kelebihan Zinc

Seng jarang dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu besar. Biasanya kelebihan seng dalam tubuh terjadi akibat mengkonsumsi makanan atau minuman asam yang dikemas pada tempat yang dilapisi oleh zinc. Pada pabrik tertentu, menghirup asap zinc oxide dapat menyebabkan kelebihan zinc dalam tubuh. 

Gejala Kekurangan dan Kelebihan Zinc

1. Kekurangan Zinc

Gejala awal dari kekurangan zinc pada tubuh meliputi hilangnya nafsu makan, serta perlambatan tumbuh kembang pada bayi dan anak-anak. Seseorang yang kekurangan zinc dalam tubuh dapat mengalami kerontokan rambut pada beberapa area tertentu, ruam kulit, penurunan produksi sperma pada pria, gangguan sistem imunitas tubuh, dan perlambatan dalam penyembuhan luka. 

Jika wanita hamil mengalami kekurangan zinc, bayi yang dikandungnya bisa mengalami kelainan dan memiliki berat badan kurang dari yang diharapkan saat lahir.

2. Kelebihan Zinc

Orang-orang yang mengalami kelebihan zinc dalam tubuh bisa mengalami rasa besi pada mulut, demikian juga mual, muntah, dan diare. Mengkonsumsi seng sebanyak 1 gram atau lebih, sekitar 70 kali dari dosis yang dianjurkan (RDA) per hari, bisa berakibat fatal. Menghirup asap zinc oxide bisa menyebabkan napas yang cepat, berkeringat, demam, dan rasa besi pada mulut, kelainan ini disebut metal fume fever. Mengkonsumsi zinc terlalu banyak untuk jangka panjang dapat menurunkan penyerapan tembaga (copper), sehingga terjadi anemia, dan mengganggu sistem imun. 

Diagnosis kekurangan dan kelebihan zinc pada tubuh didasarkan dari keadaan penderita dan gejala-gejala yang ada. Pada kekurangan zinc, diagnosis juga bisa ditentukan dari respon penderita terhadap pemberian zinc tambahan. Pemeriksaan darah dan air seni tidak dapat mengukur zinc dalam tubuh dengan akurat.

Penanganan Kekurangan dan Kelebihan Zinc

Kekurangan zinc diatasi dengan pemberian tambahan zinc, sampai gejala-gejala menghilang.

Kelebihan zinc bisa diatasi dengan cara mengurangi konsumsi seng.

Orang-orang dengan metal fume fever biasanya akan pulih setelah berada pada lingkungan yang bebas zinc selama 12-24 jam.

 

Referensi:

- J, Larry. Zinc. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.