Sistitis - Infeksi Kandung Kemih
Penyakit
18-06-2021

Sistitis - Infeksi Kandung Kemih

Sistitis adalah infeksi kandung kemih.

Penyebab Sistitis; Infeksi Kandung Kemih

Infeksi kandung kemih biasanya terjadi akibat bakteri dari luar tubuh yang masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra dan mulai bermultiplikasi. Sebagian besar sistitis disebabkan oleh bakteri E.coli. Sistitis lebih jarang terjadi pada pria dibandingkan wanita, karena panjang uretra yang lebih pendek pada wanita.

Beberapa faktor risiko terjadinya sistitis, antara lain:

  • Sumbatan aliran air kemih, misalnya karena batu atau pembesaran prostat
  • Pemakaian kateter yang dimasukkan ke saluran kemih untuk waktu lama
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, misalnya akibat diabetes atau infeksi HIV
  • Terbentuknya saluran abnormal antara kandung kemih dan usus halus, sehingga kotoran dari usus bisa masuk ke dalam kandung kemih
  • Kehamilan, karena bisa mengganggu pengosongan kandung kemih

Gejala Sistitis

Tanda dan gejala sistitis yang seringkali terjadi antara lain:

  • Adanya desakan untuk berkemih yang kuat dan menetap
  • Rasa seperti terbakar saat berkemih
  • Sering berkemih
  • Adanya darah dalam air kemih
  • Air kemih yang keruh atau berbau tajam
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di daerah panggul

gejala infeksi kandung kemih

Gejala Sistitis, Infeksi Kandung Kemih

Terkadang sistitis tidak menimbulkan gejala, terutama pada orang-orang yang berusia tua. Sistitis mungkin baru ditemukan saat melakukan pemeriksaan air kemih untuk tujuan lain. Gejala mungkin baru dirasakan setelah terjadi infeksi pada ginjal atau muncul demam yang tidak diketahui sebabnya.

Diagnosis Sistitis

Diagnosis didasarkan pada gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membantu memastikan diagnosis antara lain:

  • Analisis air kemih
  • Sistoskopi, untuk melihat kandung kemih menggunakan alat khusus dengan kamera di ujungnya. Dengan pemeriksaan ini, contoh jaringan juga bisa diambil untuk dianalisis

Penanganan Sistitis

Pengobatan diberikan sesuai dengan penyebabnya. Pada sistitis ringan, infeksi dapat sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa hari.

Pada kondisi tertentu, misalnya:

  • gejala tidak membaik setelah tiga hari
  • gejala berat (misalnya ada darah dalam urin)
  • infeksi kandung kemih berulang
  • anak-anak atau ibu hamil dengan sititis

pengobatan biasanya memerlukan antibiotik untuk mengatasinya.

Sebelumnya, perlu diketahui apakah penderita memiliki kondisi tertentu yang bisa membuat sistitis yang terjadi lebih berat, misalnya diabetes, lemahnya sistem kekebalan tubuh (yang mengurangi kemampuan penderita untuk melawan infeksi), atau abnormalitas struktur jaringan.

Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi sumbatan air kemih atau memperbaiki abnormalitas struktur jaringan yang membuat penderita rentan mengalami infeksi (misalnya prolaps rahim atau kandung kemih).

Pencegahan Sistitis

Ada beberapa cara yang terkadang dianjurkan untuk membantu mencegah terjadinya infeksi kandung kemih berulang :

  • Banyak minum, terutama air putih.
  • Sering berkemih. Jangan menunda-nunda jika merasa ingin buang air kecil.
  • Setelah buang air besar, bersihkan alat kelamin dari depan ke arah belakang. Cara ini mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina dan uretra.
  • Gunakan pancuran (shower) untuk mandi ketimbang bath tub.
  • Bersihkan kulit di sekitar vagina dan anus secara rutin setiap hari.
  • Buang air kecil sesegera mungkin setelah melakukan hubungan seksual. 
  • Tidak menggunakan spray deodoran atau produk sejenisnya pada alat kelamin. Produk-produk ini bisa mengiritasi uretra dan juga kandung kemih.
  • Hindari menggunakan celana dalam yang terlalu kencang dan memiliki sirkulasi udara yang buruk.

Referensi:

  • https://www.nhs.uk/conditions/cystitis/treatment/
  • Mayo Clinic. Cystitis. 2012.
  • S, Stewart. Bladder Infection (Cystitis). Merck Manual Home Health Handbook. 2007.
  • V, Jatin M. Cystitis - Acute. Medline Plus. 2010.