Informasi Penyakit

Pneumonia Jamur

dr. VIDYA HARTIANSYAH
29 Juni 2026
Pneumonia Jamur

Pneumonia Jamur

dr. VIDYA HARTIANSYAH
29 Juni 2026

(Sumber gambar: www.semanticscholar.org)

Pneumonia Jamur adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh jamur.

Kebanyakan mereka yang terinfeksi hanya akan mengalami gejala yang ringan dan tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi. Namun, beberapa orang bisa mengalami penyakit yang berat.


Penyebab Pneumonia jamur

Penyebab Pneumonia Jamur

Ada 3 (tiga) jenis jamur yang sering menyebabkan pneumonia:

  1. Histoplasma capsulatum, menyebabkan histoplasmosis
  2. Coccidioides immitis, menyebabkan koksidiomikosis
  3. Blastomyces dermatitidis, menyebabkan blastomikosis.

Infeksi jamur lainnya bisa terjadi terutama pada orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan (misalnya orang-orang dengan AIDS, mendapat kemoterapi atau transplantasi, menggunakan obat-obat yang menekan sistem kekebalan tubuh), antara lain :

  1. Kriptokokosis, disebabkan oleh Cryptococcus neoformans. Kriptokokosis bisa terjadi pada orang sehat, tetapi biasanya bersifat berat bila mengenai orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
  2. Aspergilosis, disebabkan oleh jamur Aspergillus.
  3. Kandidiasis, disebabkan oleh jamur Candida.
  4. Mukormikosis. Infeksi ini jarang terjadi, biasanya pada orang-orang dengan leukemia atau diabetes berat.

Gejala Pneumonia jamur

Gejala Pneumonia Jamur

HISTOPLASMOSIS

Terjadi di seluruh dunia, tetapi lebih sering di sungai-sungai dengan suhu dan iklim tropis. Setelah terhirup, jamur tidak menimbulkan gejala pada sebagian besar orang. Bahkan kebanyakan orang baru mengetahui bahwa mereka terinfeksi setelah dilakukan pemeriksaan kulit.

Beberapa penderita akan mengalami batuk, demam, nyeri sendi, dan nyeri dada. Infeksi bisa menyebabkan pneumonia akut atau berkembang menjadi pneumonia kronis (menahun), dengan gejala yang menetap selama berbulan-bulan.

Kadang infeksi bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, terutama sumsum tulang, hati, limpa dan saluran pencernaan. Bentuk disseminata (yang menyebar) dari penyakit ini cenderung terjadi pada penderita AIDS dan orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan.

KOKSIDIOIDOMIKOSIS

Koksidioidomikosis terutama terjadi pada daerah dengan iklim setengah-gurun. Setelah terhirup, jamur bisa tidak menimbulkan gejala atau menyebabkan pneumonia akut maupun kronis. Pada beberapa kasus, infeksi bisa menyebar ke tempat lain selain sistem pernapasan, yaitu ke kulit, tulang, sendi dan selaput otak (meningen).

Komplikasi lebih sering terjadi pada pria, terutama penderita AIDS dan penderita gangguan sistem kekebalan lainnya.

BLASTOMIKOSIS

Setelah terhirup, jamur menyebabkan infeksi primer pada paru-paru, tetapi biasanya tidak menimbulkan gejala. Beberapa penderita akan merasakan sakit seperti flu.

Kadang-kadang gejala infeksi kronis paru-paru berlangsung selama berberapa bulan. Penyakit dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, terutama kulit, tulang, sendi dan kelenjar prostat.

Gejala-gejala yang dapat ditemukan pada pneumonia akibat jamur antara lain :

  1. demam
  2. batuk, biasanya batuk kering
  3. nyeri atau rasa tidak enak di dada
  4. sesak napas hingga bisa menyebabkan gagal napas
  5. batuk darah (pada aspergillosis atau mukormikosis berat)

Gejala lain yang bisa ditemukan jika infeksi juga mengenai bagian tubuh lainnya (diluar paru), antara lain berupa :

  1. radang selaput otak : kekakuan di leher, sakit kepala, perubahan status mental
  2. lesi kulit, seperti benjolan kecil, luka kulit terbuka, atau abses
  3. gejala reumatologik, misalnya nyeri sendi

Fungal pneumonia can present similarly to that of the common flu or other common illnesses. Symptoms often include fever, cough, headaches, rashes, muscle aches, and/or joint pain. This can lead to treatment being delayed or unsought altogether.

Age can play a part in the type and severity of symptoms in people with fungal pneumonia. In older adults, fungal pneumonia symptoms tend to be mild, but the condition can also lead to mental confusion, which requires immediate medical attention. Infants and toddlers with the condition may have difficulty feeding, pale-coloured skin, breathing difficulties (grunts or rattles while breathing), a limp appearance, less urine production, and fussiness. 


Kapan Harus ke Dokter?

Bila Anda terkena penyakit pernapasan dan gejalanya mengarah ke pneumonia, segera periksakan diri ke dokter. Terutama bila ada sesak napas yang menetap, demam terus menerus dengan batuk berdahak yang kental, atau merasa sangat lemah dan lelah, nyeri dada, dan linglung. Selain itu bila ada riwayat terpapar jamur penyebab pneumonia, terutama bila berisiko (karena usia atau sistem imun yang lemah), segera periksakan diri ke rumah sakit.


Diagnosis Pneumonia jamur

Diagnosis Pneumonia Jamur

Diagnosa didasarkan pada gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan antara lain :

  1. Pemeriksaan contoh dahak atau contoh dari tempat lain yang terinfeksi untuk menemukan jamur penyebabnya
  2. Foto rontgen dada

 


Penanganan Pneumonia jamur

Penanganan Pneumonia Jamur

Orang-orang yang terinfeksi jamur secara endemik biasanya akan sembuh tanpa terapi, terutama pada orang-orang yang hanya mengalami infeksi ringan dan tidak menyebar, serta memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

Orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh yang terkena aspergilosis, mukormikosis, atau kandidiasis, perlu mendapatkan penanganan untuk faktor-faktor yang mempengaruhi kekebalan tubuh penderita. Upaya yang dilakukan antara lain dengan memulihkan jumlah sel-sel darah putih pada tubuh orang-orang yang mendapatkan kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang, serta menghentikan atau menurunkan secara bertahap dosis kortikosteroid dan obat-obat yang menekan sistem kekebalan tubuh lainnya.

Setelah diagnosis dipastikan, pneumonia yang disebabkan oleh jamur diobati dengan pemberian obat anti-jamur. Dosis dan durasi pengobatan yang diberikan bervariasi, tergantung dari organisme penyebabnya dan kondisi penderita masing-masing.

Pembedahan terkadang diperlukan pada orang-orang dengan aspergilosis berat yang telah diobati dengan obat anti-jamur tetapi masih memiliki lesi sisa. Pembedahan dilakukan untuk mencegah kekambuhan penyakit. Selain itu, pembedahan juga bisa dilakukan untuk mencegah perdarahan hebat, terutama jika lesi paru berdekatan dengan pembuluh darah besar.

Antifungal medications can cure this kind of infection. But if it is not treated, fungal pneumonia becomes very serious and can be deadly. Some common antifungal medications that can be used to treat fungal pneumonia include fluconazole, voriconazole, and amphotericin B 


Komplikasi Pneumonia Jamur

Pada sebagian kecil kasus, pneumonia jamur dapat menyebabkan pneumonia kronis, fungemia, meningitis atau bahkan kematian.

 

 


Prognosis Pneumonia Jamur

Prognosis sangat bervariasi, bergantung pada penyebab dan derajat gangguan imun, komorbiditas dan kecepatan diagnosis infeksi.

 

 

 


Dokter Spesialis

Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.


Pencegahan Pneumonia Jamur

Pencegahan mencakup menghindari paparan di lingkungan yang banyak terdapat jamur penyebab, dan menjalani gaya hidup sehat untuk menjaga sistem imun tetap kuat.

 

 


Referensi

Referensi:

  • M, Romeo A. Fungal Pneumonia. Medscape. 2013.
  • patient.info/doctor/infectious-disease/fungal-lung-infections. 2022.
  • www.pduk.net. About Fungal Pneumonia. 
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa