Seminar kuwat - medicastore.com
17-02-2009

STOP PSORIASIS

Jakarta, 15 Februari 2009 Komunitas Peduli Psoriasis Indonesia (KPPI) yang bernaung dibawah Yayasan Peduli  Psoriasis Indonesia, Menyelenggarakan edukasi awam “STOP PSORIASIS” yang diikuti pasien Psoriasis dan Psoriatic Arthritis beserta keluarga yang hadir di Club House Senayan Jakarta.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Peduli Psoriasis Indonesia dr. Danang Sp.KK mengungkapkan, “Psoriasis adalah Penyakit sistemik atau internal dalam disebabkan kelainan pada system kekebalan tubuh (autoimunitas) yang sampai saat ini belum dapat disembuhkan secara total”.

Regenerasi atau pergantian sel kulit yang banyak dan menebal, sehingga mengakibatkan lesi kemerahan yang bisa terjadi seperti bersisik, jika dikelupas akan menjadi berdarah. Berbeda dengan pergantian kulit pada manusia normal yang biasanya berlangsung selama tiga sampai empat minggu, proses pergantian kulit pada penderita psoriasis berlangsung secara cepat yaitu sekitar 2–4 hari, (bahkan bisa terjadi lebih cepat)

dr. Ekky M. Rahardjo, MS. SpGK , DR. Cecilia R Padang PhD. FACR , dr. Azen Salim Sp.ObGyn
Kiri-kanan : dr. Ekky M. Rahardjo, MS. SpGK , DR. Cecilia R Padang PhD. FACR , dr. Azen Salim Sp.ObGyn

Umumnya terdapat di siku, lutut, batas kepala serta dikulit kepala menyerupai ketombe, namun dapat juga timbul dibagian manapun dari seluruh tubuh. “Lebih dari 125 juta pasien diseluruh dunia dan 7,5 juta orang Amerika mengalami Psoriasis yang menurut National Institute of Health. 10-30% penderita psoriasis mengalami psoriatic Arthritis, radang sendi yang menyebabkan nyeri, kekakuan dan bengkak pada persendian, kebanyakan timbul pada usia 30-55 tahun, bisa juga pada anak-anak” di ucapkan oleh DR. Cecilia R Padang PhD. FACR

Kemunculan penyakit ini terkadang untuk jangka waktu lama atau timbul/hilang, penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa, tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta menggangu kekuatkan mental seseorang bila tidak dirawat dengan baik.

Menurut dr. Azen Salim Sp.ObGyn  ada Hubungan Psoriasis dengan siklus haid dan berhubungan dengan penyakit metabolik seperti obesitas, diabetes mellitus serta penyakit kardiovaskuler. Ada pun cirinya Menstruasinya jarang – jarang terjadi ovulasi, biasanya golongan ini mempunyai resistensi terhadap insulin, lapisan lemak badan tinggi à estrone (golongan estrogen 1).

Berdasarkan penelitian para dokter, ada beberapa hal yang diperkirakan dapat memicu timbulnya Psoriasis, antara lain adalah
  • Garukan/gesekan dan tekanan yang berulang-ulang , misalnya pada saat gatal digaruk terlalu kuat atau penekanan anggota tubuh terlalu sering pada saat beraktivitas. Bila Psoriasis sudah muncul dan kemudian digaruk/dikorek, maka akan mengakibatkan kulit bertambah tebal.
  • Obat telan tertentu antara lain obat anti hipertensi dan antibiotik.
  • Mengoleskan obat terlalu keras bagi kulit.
  • Emosi tak terkendali.
  • Sedang mengalami infeksi saluran nafas bagian atas, yang keluhannya dapat berupa demam nyeri menelan, batuk dan beberapa infeksi lainnya.
  • Makanan berkalori sangat tinggi sehingga badan terasa panas dan kulit menjadi merah , misalnya mengandung alcohol.
Pengobatan Psoriasis biasanya dilakukan dengan berbagai cara mulai dengan salep oles (topical), obat telan (sistemik) maupun dengan penyinaran menggunakan sinar UVB. Baik pengobatan salep maupun penyinaran hanya membantu meredam penyakit tersebut dan tidak menyembuhkan sama sekali, sehingga sewaktu-waktu penyakit ini dapat timbul kembali dan saat ini hanya ada beberapa rumah sakit di Indonesia yang menyediakan pengobatan melalui penyinaran UVB ini, karena besarnya biaya yang diperlukan untuk menyediakan peralatan tersebut.

Diperkirakan di Indonesia pasien Psoriasis dapat mencapai 2.5%-3% bahkan kemungkinan diatas angka tsb dan belum mendapatkan penanganan medis Perawatan secara medis dilakukan untuk meredam dan mengendalikan akan kekambuhan menjadi mengalami perbaikan atau remisi yang dapat kambuh kembali, seyogyanya dapat dilakukan dengan pendekatan menyeluruh (holistic) serta terpadu (integrasi) dengan mempertimbangkan berbagai factor misalnya asupan gizi (nutrisi), perbaikan secara hormonal, fisik dan psikologis dan gaya hidup.

Diet sehat pasien psoriasis yang baik dengan Pangan nabati lebih baik seperti Lemaknya tidak jenuh, rendah natrium, sumber serat, tidak mengandung kolesterol dan Pola makan vegetarian dapat mencegah terjadinya beberapa penyakit degenerative seperti Obesitas, hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, kanker, osteoporosis hingga tidak memicu timbulnya Psoriasis lebih parah tutur dr. Ekky M. Rahardjo, MS. SpGK, ahli gizi dari Unit Gizi Klinik RS. Royal Taruma.