Seminar Scientific Medicastore
23-11-2006

Seminar & Workshop Monitoring Gula Darah Mandiri bersama Accu-Chek

Diabetes adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Berdasarkan sumber data dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tahun 2000, Indonesia menduduki peringkat 4,setelah negara India, China,USA dengan jumlah diabetisi terbesar di dunia pada tahun 2000 dan akan tetap pada peringkat yang sama pada tahun 2030 nanti. Hal tersebut diungkapkan oleh Ibu Bena, Sales Manager Patient Care Roche Diagnostics (Roche Diabetes Care) dalam apotik gathering yang berlangsung di daerah Meruya Ilir, Jakarta Barat.

Sabtu, 18 November 2006 lalu, PT Roche Indonesia-Divisi Diagnostics (Roche Diabetes Care) mengadakan presentasi dan workshop alat tes gula darah bebas nyeri. Acara ini dihadiri oleh perwakilan apotek dari beberapa apotek tradisional di Jakarta Barat.

Diabetes melitus

Diabetes melitus atau lebih dikenal dengan istilah “Penyakit kencing manis” atau “sakit gula”, ialah suatu kumpulan gejala penyakit metabolik yang timbul pada seseorang, disebabkan meningkatnya kadar gula darah akibat ketidakseimbangan hormon insulin di dalam tubuh.

Diabetes memiliki gejala baik yang khas maupun yang tidak khas. Sering buang air kecil, cepat lapar & haus, berat badan turun, serta cepat lelah merupakan beberapa gejala khas dari diabetes melitus. “Pada pria usia >40 tahun yang sering berkemih di malam hari, bukan berarti pasti diabetes tapi waspadai juga karena dengan gejala yang sama bisa juga dikarenakan adanya masalah prostat dan ini harus ditegakkan melalui diagnosa dokter dan pengecekan hasil laboratorium,” jelas Ibu Bena.

Gejala tidak khas pada diabetes adalah kesemutan, gatal di daerah genital, keputihan, infeksi sulit sembuh, penglihatan kabur, cepat lelah, mudah mengantuk, dan sering timbul bisul.

Di kota Denpasar sendiri tercatat sekitar 5-6% dari total penduduk kota Denpasar mengidap diabetes. Pasien baru datang ke dokter setelah 7-12 tahun menderita diabates, bahkan datang berobat dengan keadaan sudah mengalami komplikasi karena diabetesnya.

Hal ini dikarenakan ketidaktahuan oleh si penderita sendiri bahwa dirinya mengidap diabetes atau kalau pun mereka tahu mereka bermasa bodoh, dan tidak berusaha untuk mencari informasi maupun bantuan medis untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Penyakit yang dulu disebut-sebut karena keturunan ini seakan tidak berarti lagi. Kalau disebabkan faktor keturunan saja, karena jumlah penderita hanya berkisar sekitar 3-5%. Saat ini 95% penyakit diabetes disebabkan oleh pola hidup (life-style)

Penanganan Diabetes Melitus

Penanganan diabetes dilakukan berdasarkan 3 Pilar + 1 Pondasi. Adapun yang dimaksud dengan 3 Pilar, antara lain:

  1. Diet/Pengaturan pola makan
  2. Latihan fisik/Olah raga
  3. Terapi/antidiabetes
Sedangkan 1 Pondasi yaitu Edukasi atau penyuluhan. Terkait dengan 1 pondasi ini ada hal penting yang harus dilakukan yaitu monitoring gula darah.

Lakukanlah diet terhadap karbohidrat karena karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula. Diabetisi boleh makan manis tetapi porsinya dibatasi. Untuk latihan fisik minimal lakukanlah jalan kaki selama 20-30 menit sehari. Pilihlah jenis olahraga yang menggerakkan seluruh tubuh dan anda menyenangi oleh raga tersebut misalnya: berenang,senam,bersepeda, berjalan kaki.

Sedangkan untuk terapi dengan obat antidiabetes haruslah dokter yang memberikan. Jangan mengandalkan informasi dari apotek, mengkonsumsi obat tanpa sepengetahuan dokter, atau juga menaikkan dosis obat. Selain itu,pantaulah gula darah anda dengan menggunakan alat monitoring yang memberikan hasil yang tepat dan benar,jangan menggunakan ilmu kira-kira.

Edukasi bagi diabetisi dan keluarganya sangatlah diperlukan. Dengan memberikan pengetahuan seputar diabetes dan pencegahannya, diharapkan informasi mengenai diabetes semakin bertambah. Selain edukasi, monitoring terhadap gula darah secara terpadu juga diperlukan agar komplikasi penyakit dapat dihindari sedini mungkin.

Workshop Monitoring Gula Darah Mandiri bersama Accu-Chek

Peserta yang hadir pun dikelompokkan dan setiap kelompok diberi alat meter Accu-Chek Active beserta lancet dan strip test. Ibu Bena menjelaskan Accu-Chek dan tahapan untuk melakukan pemeriksaan gula darah menggunakan Accu-Chek Active.Para peserta yang berasal dari berbagai apotek tradisional tersebut tampak antusias dalam mengikuti jalannya workshop karena setiap kelompok dapat mencoba untuk menggunakan alat dan menjadi orang yang diperiksa gula darahnya.

Accu-Chek Active merupakan alat pengukur gula darah dengan kapasitas 200 memori dan memiliki keunggulan CEPAT, yang artinya:

  1. Cepat dalam memberikan hasil (waktu ukur) yaitu 5 detik.
  2. Ekonomis, harga paling murah untuk kelasnya & berkualitas tinggi dengan garansi seumur hidup.
  3. Praktis, mudah dibawa dan dipegang dengan rubber grip(lapisan karet,anti slip), auto on/off, mudah mengisi sampel dengan menyentuhkan sample darah dari bagian atas ke bantalan strip yang besar.
  4. Akurat, hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dan setara dengan hasil laboratorium kecil.
  5. Teknologi tinggi, kalibrasi secara otomatis dengan menggunakan code chip sehingga sangat memudahkan dalam penggunaan.

Seluruh rangkaian produk Accu-Chek, hasilnya dapat dipindahkan ke Personal Computer dengan teknologi infra merah maupun kabel penghubung. Garansi seumur hidup dan pelayanan purna jual seperti: konsultasi gizi,medis dan hal terkait diabetes dengan menghubungi nomor bebas pulsa 0-800-1-222-999.

Edukasi melalui apotek tradisional

Dalam rangka menyambut bulan November sebagai Bulan Diabetes Dunia, maka Accu-Chek ingin memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan penjualan di sektor apotek tradisonal yang saat ini sedang dikembangkan.

Kampanye program apotek ini menawarkan lebih dari sekedar harga paling istimewa. Selain apotek tradisional menjadi lebih pintar dengan edukasi yang diberikan, pelanggan apotek tradisonal pun juga ikut merasakan manfaatnya. Tim Accu-Chek juga bersedia mengadakan edukasi diabetes dan monitoring gula darah mandiri bagi pasien yang berminat.

Program edukasi diabetes dan monitoring gula darah mandiri ini sudah dijalankan oleh Roche Indonesia Diagnostics Division Diabetes Care sejak tahun 1995. Sejak saat itu, diadakan edukasi diabetes dan monitoring gula darah mandiri ke seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu.

“Roche Diagnostics Division Diabetes Care” sangat peduli terhadap penatalaksanaan diabetes di Indonesia karena angka penderitanya bukan makin berkurang, malah semakin bertambah,” jelas Ibu Bena. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan akibat yang timbul karena komplikasi diabetes di kemudian hari dapat mengakibatkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Bagi diabetisi sendiri beban fisik dan mental akan makin bertambah.

Hal tersebut mendorong Roche Diabetes Care untuk tetap melakukan edukasi dan menginformasikan tentang pentingnya pemantauan gula darah secara mandiri dengan meter gula darah yang memberikan hasil yang tepat dan akurat, dengan pelayanan purna jual, untuk meningkatkan kualitas hidup bagi kita semua, tidak hanya bagi diabetisi.

Motto Roche Diabetes Care adalah “Bahagia bersama diabetes. Buktikan pilihan anda.” Pemantauan gula darah mandiri akan menginformasikan kepada kita tentang keadaan gula darah kita kapan pun dan dimanapun. Bukankah pencegahan lebih baik daripada mengobati ....?

Untuk undangan liputan seminar atau kegiatan lain dapat kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.