Seminar nita-medicastore.com
15-04-2008

Turunkan Risiko Kardiovaskular dengan Telmisartan

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, yang mengakibatkan 17,5 juta kematian tiap tahunnya. Sebanyak 7,6 juta orang meninggal karena serangan jantung dan 5,7 juta meninggal karena stroke setiap tahunnya. Kematian global karena penyakit kardiovaskular diperkirakan mencapai sekitar 25 juta orang pada tahun 2020.

Penyakit kardiovaskular adalah istilah bagi serangkaian gangguan yang menyerang jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskular), termasuk penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular, dan penyakit vaskular perifer. Definisi penyakit kardiovaskular juga mencakup penyakit lain seperti kerusakan jantung akibat demam reumatik dan penyakit jantung kongenital (kerusakan bentuk struktur jantung saat lahir). Penyakit kardiovaskular berhubungan dengan kondisi serangan jantung, angina, dan stroke.

dr_ann_kardiovaskular_telmisartan

“Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian dan kecacatan nomor satu secara global,” tegas Dr Arieska Ann Soenarta SpJP(K), Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) dalam diskusi bertema Waspadai Hipertensi dan Penyakit Penyertanya sebagai Ancaman Kematian Terbesar di Dunia, Rabu (9/4), di Hotel Mulia, Jakarta.

Menurut WHO (Badan Kesehatan Dunia), lebih dari 80 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah, serta terjadi merata antara pria dan wanita. Hal ini berlawanan dengan kepercayaan umum bahwa penyakit kardiovaskular adalah penyakit pria kaya yang tinggal di negara maju.

Penyakit kardiovaskular juga merupakan penyebab utama kecacatan dan diperkirakan akan menjadi penyebab terbesar kecacatan di seluruh dunia pada 2020. Stroke mayor ditemukan pada lebih dari separuh pasien yang berisiko dan hal ini dianggap lebih buruk daripada kematian.

Terdapat banyak faktor resiko kardiovaskular yang dapat dikendalikan, diantaranya adalah diabetes mellitus, obesitas (kegemukan), kadar kolesterol tinggi, dan hipertensi. Hipertensi merupakan faktor resiko yang paling banyak menyebabkan morbiditas dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Kombinasi antara kontrol tekanan darah dan penurunan faktor resiko dapat memberikan efek terapi yang maksimal.

Pada tanggal 31 Maret lalu dalam 57th Annual Scientific Session of the American College of Cardiology di Chicago, Amerika Serikat, dipresentasikan hasil studi ONTARGET (ONgoing Telmisartan Alone and in combination with Ramipril Global Endpoint Trial) terhadap 25.620 pasien. Hasil penting ONTARGET membuktikan bahwa telmisartan memberikan perlindungan yang setara dengan ramipril serta dapat ditoleransi dengan lebih baik pada populasi yang berisiko tinggi terhadap kardiovaskular. Disimpulkan bahwa telmisartan dapat mencegah episode kardiovaskular.

Telmisartan, obat antihipertensi golongan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) modern, memberikan perlindungan yang setara dengan ramipril yang merupakan standar emas pengobatan hipertensi. Telmisartan dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, infark miokard, stroke serta mengurangi jangka waktu perawatan di RS karena gagal jantung kongestif pada pasien yang berisiko tinggi terhadap kardiovaskular dengan toleransi yang lebih baik.

Saat ini telmisartan merupakan satu-satunya ARB yang telah terbukti memiliki manfaat perlindungan kardio dan vaskular, disamping manfaat penurunan tekanan darah pada populasi beresiko tinggi. Sebelumnya, hanya ramipril yang menunjukkan efek perlindungan tersebut.

Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.