Seminar Bekti-medicastore.com
25-03-2011

Pelihara Ginjal untuk Melindungi Jantung

Untuk memperingati hari ginjal sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Maret 2011, maka pada hari Senin, 21 Maret 2011 kemarin, bertempat di restauran Bebek Bengil Jakarta, diadakan acara temu media mengenai penyakit ginjal kronik yang berjudul, “Pentingnya Kontrol Tekanan Darah pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis”.


Narasumber acara temu media “Pentingnya Kontrol Tekanan Darah pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis”.

Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ginjal kronis diperkirakan 15 % dari jumlah seluruh penduduk, sedangkan di Indonesia, angka tersebut mencapai 12,5 % dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Banyak dari penderita penyakit ginjal tersebut yang tidak mengetahui bahwa dirinya sebenarnya sudah mengalami gangguan ginjal kronis. Bahkan ketika mereka akhirnya memeriksakan diri ke dokter, didapat hasil bahwa ginjalnya sudah rusak & memerlukan terapi hemodialisa untuk membersihkan darahnya. Demikian menurut narasumber Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, K-Ger dari Pernefri ( Perhimpunan Nefrologi Indonesia) & dr. Dharmeizar, SpPD-KGH dari Divisi Ginjal-Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM.

Penyakit ginjal kronis sendiri adalah suatu keadaan dimana ginjal mengalami kelainan struktur atau gangguan fungsi yang sudah berlangsung lebih dari 3 bulan, termasuk juga bila tidak terdapat kelainan, tetapi fungsi ginjal yang diukur dengan estimasi laju filtrasi glomerular (eLFG) kurang dari 60 ml/menit.

Faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit ginjal kronis (PGK) adalah hipertensi, diabetes, penyakit infeksi sistemik, adanya batu ginjal & toksisitas karena obat-obatan tertentu.

Hipertensi sendiri dan penyakit gagal ginjal memiliki hubungan yang saling berkaitan. Hipertensi dapat menjadi faktor pemicu utama terjadinya penyakit ginjal & gagal ginjal, begitupun sebaliknya, ketika fungsi ginjal mengalami gangguan maka tekanan darah pun akan meningkat sehingga menimbulkan hipertensi.

Gangguan fungsi ginjal akibat hipertensi, dapat berupa penyakit ginjal akut, penyakit ginjal kronis hingga gagal ginjal, dimana ginjal tidak dapat lagi menjalankan sebagian atau seluruh fungsinya. Untuk menghindari terjadinya penyakit ginjal pada pasien dengan hipertensi, langkah yang harus dilakukan adalah dengan mengukur tekanan darah secara rutin & mempertahankannya dibawah 140/90 mm Hg pada pasien yang sudah mempunyai hipertensi atau dibawah 130/80 mm Hg pada pasien hipertensi yang disertai dengan kelainan ginjal.

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya penyakit ginjal adalah dengan menjalankan gaya hidup sehat, seperti : menjaga berat badan normal, mengurangi konsumsi sodium (garam), melakukan aktifitas fisik secara rutin, menghindari tembakau (rokok) & alkohol serta membatasi asupan kafein.