Seminar Bekti-medicastore.com
27-02-2012

Varikokel dapat Menyebabkan Infertilitas pada Pria

Ketidaksuburan atau infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan suami istri yang telah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi untuk memiliki anak dalam jangka waktu 1 tahun. Dan ternyata, peran pria cukup besar dalam hal ini karena sekitar 30-40 % penyebab ketidaksuburan tersebut ada pada pria, dengan penyebab yang berasal dari pasangan suami istri sebesar 20 %.

 

Salah satu penyebab ketidaksuburan pada pria adalah faktor spermatozoa yang tidak mampu membuahi sel telur atau bahkan tidak ada sel spermatozoa yang dihasilkan sama sekali (azoospermia). Varikokel atau terjadinya pelebaran pembuluh darah pada skrotum / testis dapat menyebabkan infertilitas / ketidaksuburan pada pria karena dapat mempengaruhi kualitas sperma yang dihasilkan. Hal ini karena, akibat pelebaran pembuluh darah tersebut dapat menyebabkan penumpukan darah di sekitar testis, yang membuat suhu daerah skrotum meningkat. Sedangkan peningkatan suhu skrotum dapat mempengaruhi kualitas sperma yang dihasilkan oleh testis, dimana suhu yang tinggi akan melemahkan sperma bahkan membuatnya mati.

 

Tingkat kejadian kasus varikokel pada pria juga cukup banyak, yaitu berkisar antara 1,08 - 45 % pada pria sehat & sebesar 11-22 % pada pria tidak subur. Untuk mendeteksi derajat varikokel dapat melalui pemeriksaan fisik atau dengan USG testis dengan Doppler. Derajat dari varikokel sendiri dibagi menjadi 3, dengan semakin tinggi derajatnya berarti juga semakin berat kelainan spermatozoanya.


Narasumber acara media edukasi tentang kesehatan perempuan

 


 

Pada acara media edukasi yang berjudul ’Faktor spermatozoa penyebab infertilitas pada pria ?’ yang berlangsung tanggal 22 Februari 2012 kemarin, juga dijelaskan mengenai penanganan yang paling tepat saat ini dalam hal mengatasi varikokel tersebut. Menurut Dr. Dr. Nur Rasyid Sp.U, tatalaksana pada varikokel dapat melalui terapi dengan obat-obatan atau melalui tindakan operasi, meskipun terapi dengan obat-obatan hanya memberikan angka keberhasilan 15 % sedangkan melalui tindakan operasi memberikan angka keberhasilan hingga 60-70 %. Kemudian dari semua prosedur operasi tersebut, tindakan bedah mikro (micro surgery) memberikan hasil yang paling baik dengan efek samping minimal, tambahnya.

 

Saat acara, juga ada testimoni pasien yang telah melakukan operasi bedah mikro untuk mengatasi varikokel yang dialami. Salah satunya adalah bapak Budi Harnata (38 th), saat memasuki tahun ke-2 pernikahannya karena belum juga dikaruniai anak membuat bapak Budi & istri berinisiatif untuk melakukan konsultasi ke dokter. Hingga akhirnya diketahui kalau ternyata bapak Budi mengalami varikokel, dengan saran dokter ia pun tergerak untuk melakukan operasi bedah mikro untuk mengatasi varikokel tersebut. Kemudian 3 bulan paska operasi, ia pun berniat untuk menjalani prosedur bayi tabung supaya dapat segera mempunyai momongan, tapi ternyata sang istri telah dinyatakan positif hamil & sekarang sang buah hati pun telah lahir & sudah berusia 20 bulan.

 

Kehadiran anak memang sangat dinantikan dalam setiap keluarga, sebagai tanda cinta kasih & juga penerus keturunan. Oleh karena itu, ketidak hadiran anak dalam keluarga dapat menjadi bibit pertengkaran antara suami istri ataupun di keluarga besarnya. Dengan kemajuan teknologi saat ini, hal-hal yang dahulu belum ada solusinya, dapat diatasi dengan baik. Oleh karena itu keterbukaan pikiran antara suami istri & saling melengkapi untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada dapat menjadi pelengkap keeratan didalam keluarga.