Seminar Scientific medicastore
14-09-2007

Kanker Serviks & Kutil Kelamin Kini Bisa Dicegah

Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyerang perempuan sekaligus kanker yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks.

Di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker yang paling umum menimpa perempuan. Pada tahun 1991 tercatat sebanyak 28,66 % kanker yang diderita perempuan Indonesia adalah kanker serviks.

dr nugrohoDr Nugroho Kampono, SpOG konsultan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam media edukasi di Crowne Plaza Hotel, 6 September 2007 lalu, mengatakan, “di Indonesia diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.

Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks adalah bagian rahim yang menghubungkan rahim sebelah atas dengan vagina. Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda.

HPV, Biang Keladi Kanker Serviks

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada hubungan yang erat antara kanker serviks dan HPV (Human Papilloma Virus) sebesar 99%. dr. Nugroho Kampono menjelaskan, “semua kanker serviks yang diperiksa, terbukti positif ada HPV.”

Ada lebih dari 100 jenis HPV, dimana sebagian besar secara relatif tidak berbahaya. Dari 120 tipe HPV yang telah diketahui sampai saat ini, ada sekitar 30-40 tipe HPV yang menyerang anogenital yaitu area kelamin termasuk kulit penis, mulut vagina dan anus.

Dari sekian tipe HPV yang menyerang anogenital, ada 4 tipe HPV yang biasanya menyebabkan masalah pada manusia seperti HPV tipe 16 dan 18, yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks serta HPV tipe 6 and 11, yang menyebabkan 90% dari kasus genital warts.

Spesialis obgin yang dilahirkan di Jember, 53 tahun silam ini lebih lanjut menjelaskan, “genital warts (kutil kelamin) atau yang lebih dikenal masyarakat dengan jengger ayam dapat ditularkan perempuan yang hamil ke bayinya melalui proses persalinan normal. Kondisi ini disebut recurrrent respiratory papillomatosis (RRP).”

HPV tipe 6 atau 11 dapat terhirup oleh bayi kemudian tinggal di dalam paru-paru bayi. Keadaan ini dapat menekan pita suara bayi. Meskipun RRP termasuk kasus yang jarang, diduga ada hubungan dengan kanker di leher dan kepala. “Oleh sebab itu, dianjurkan untuk melakukan operasi caesar pada perempuan hamil yang memiliki kutil kelamin,” ujar dr. Nugroho Kampono.

Sering Tidak Bergejala

Infeksi HPV seringkali tidak memiliki gejala dan tidak menetap, namun lebih jauh infeksi berkelanjutan dapat menimbulkan masalah seperti sel serviks abnormal, penyakit kelamin dan yang terpenting adalah kanker serviks.

Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan di sekitarnya. “Hampir 70% pasien yang datang dengan stadium lanjut sehingga angka survivalnya rendah,” ungkap dr. Nugroho Kampono, Sp.OG.

Gejala kanker serviks antara lain pendarahan yang tidak normal yang keluar sesudah melakukan hubungan intim, saat haid dan sesudah menopause. Terdapat kelainan pada vagina yang ditandai dengan keluarnya cairan kekuningan dan berbau. Gejala lain yang muncul adalah nyeri pada pinggul atau kaki.

Untuk menjadi kanker serviks dibutuhkan waktu sampai belasan tahun. Sejak terjadinya infeksi HPV yang menimbulkan displasia (gangguan pada sel epitel) sampai karsinoma in situ (belum menembus bagian lain) saja dibutuhkan 3-17 tahun. Setelah itu baru menjadi kanker serviks yang dapat merusak sebagian besar serviks.

Mungkin Anda juga Carrier

HPV ini membutuhkan manusia untuk dapat hidup sehingga diberi nama Human Papilloma Virus. HPV termasuk water borne disease yang berarti penularannya melalui air, misalnya air di tempat umum seperti di toilet, di kolam renang. Tapi mengandung virus mengambang tapi hubungan kulit pada kulit lebih besar peranannya.

Banyak orang yang tidak tahu mereka terinfeksi HPV dan banyak orang yang dapat menularkan HPV tanpa menyadarinya. Mungkin saja anda juga carrier atau pembawa virus HPV. Perlu diingat bahwa tidak hanya perempuan yang dapat menularkan HPV, pria juga bisa.

Jika anda berusia muda (puncak infeksi usia 20-29 tahun), berganti pasangan, memulai hubungan seksual di usia muda, merokok, maka akan semakin mudah terinfeksi HPV. Anehnya, dr Nugroho menjelaskan, “merokok ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker rahim karena efek antiestrogen. Namun, di lain pihak malah mempermudah infeksi HPV dengan melemahkan sistem kekebalan di daerah serviks.”

Jika terinfeksi HPV, 80% akan dibersihkan dengan sistem imun (kekebalan). Namun, sekitar 10-20% berkemungkinan menjadi infeksi persisten (menetap) yang berisiko menjadi kanker serviks.

Satu-satunya kanker yang bisa dicegah

Kanker serviks dapat dicegah jika diketahui lebih dini. Lesi pra kanker yang muncul sebelum menjadi kanker serviks dapat dideteksi menggunakan papsmear, VIA (Vaginal Inspection with Asetic-acid) atau HPV-hybrid capture. Pada tes pap smear dilakukan pengambilan sel dari serviks menggunakan kayu atau spatel logam ata sikat, kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui adanya kelainan pada serviks.

Sayangnya, pap smear konvensional memiliki risiko kesalahan yang cukup besar yaitu 30-50% sehingga harus diulang 1 tahun ke depan. dr. Nugroho menyarankan untuk menggunakan pap smear “liquid base” karena sampel yang diambil dari serviks dilarutkan semuanya tanpa ada yang dibuang seperti pada metode konvensional.

Disarankan agar perempuan mulai melakukan skrining dengan pap smear dimulai 3 tahun setelah perempuan melakukan hubungan sanggama. Kemudian diulangi 1 tahun selanjutnya untuk metode konvensional dan setiap 2 tahun bila memakai metode liquid base.

VIA (Vaginal Inspection with Asetic-acid) adalah mengintip vagina menggunakan asam cuka dapur yang dioleskan ke leher rahim. Cara ini dapat mengetahui keberadaan lesi pra kanker yang ditandai dengan berubahnya warna merah muda serviks menjadi putih. “Ke depannya diperkirakan VIA lebih baik dari pap smear,” prediksi dr. Nugroho.

Sekarang bisa dicegah dengan vaksin

Dunia vaksin semakin maju dengan ditemukannya vaksin HPV. Pemberian vaksin yang disebut dengan imunisasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang. Imunisasi bahkan dapat menghilangkan penyakit tertentu dari manusia.

dr irisDr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, menjelaskan, “vaksin yang ideal adalah memberikan proteksi jangka panjang, meniru respon terhadap infeski yang alami, tidak meberikan efek samping yang tinggi dan stabil. Vaksin pun harus bersifat spesifik sehingga antibodi yang terbentuk juga spesifik.”

Infeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks dan kutil kelamin bisa dicegah dengan vaksin. Vaksin yang mengandung kapsul HPV tanpa DNA (virus like particel) tersebut masuk ke dalam tubuh lalu ditangkap oleh antibodi manusia. HPV tidak dapat masuk ke dalam sel seviks (leher rahim) karena telah terbentuk antibodi yang menangkal HPV.

Imunisasi dewasa memang belum digalakkan di Indonesia. “Padahal imunisasi pada orang dewasa dapat mencegah kematian 100 kali akibat penyakit dibandingkan anak-anak,” ungkap dr. Iris, staf pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.

Vaksin baru yang telah disetujui di 84 negara ini mengandung quadrivalent HPV yaitu HPV tipe 6, 11, 16, 18 yang dapat membantu mencegah kanker serviks serta penyakit penyerta lainnya seperti displasia serviks dan kutil kelamin. Vaksin ini diberikan melalui suntikan yang terbagi menjadi 3 kali suntik yaitu 0, 2, 6 bulan.

Dr. Iris menyebutkan bahwa biaya pemberian vaksin HPV ini sebesar Rp. 1,1 juta di Klinik Imunisasi Dewasa FKUI/RSCM. Tapi perlu diingat bahwa, disamping vaksinasi masih perlu deteksi dini secara berkala untuk pencegahan yang efektif.

Kanker serviks disebabkan oleh virus dan bisa dicegah dengan edukasi, vaksinasi, deteksi dini. Semua orang bisa membantu kalau ingin menurunkan angka kematian karena kanker serviks.

Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.