Seminar Bekti-medicastore.com
06-07-2009

Harapan Baru Bagi Penderita Leukemia Kronik & Kanker Saluran Cerna Yang Kurang Mampu

CML (Chronic Myeloid Leukemia) & GIST (Gastrointestinal Stromal Tumor) merupakan jenis penyakit kanker yang dapat mengakibatkan kematian & membutuhkan perawatan intensif untuk meningkatkan harapan hidup pasien. Menurut data dari GLOBOCAN sendiri pada tahun 2002, total kasus baru penyakit GIST & CML mencapai 25.523 orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri saat ini ada sekitar 250 pasien CML sedangkan untuk pasien GIST sendiri belum ada datanya, tetapi diperkirakan di seluruh dunia terdapat 10-20 kasus GIST per 1 juta orang.

CML adalah penyakit kanker pada darah yang melibatkan sel hematopoiesis (pembentuk sel darah merah yang banyak terdapat di sumsum tulang) pada sel myeloid (sel yang terdapat di sumsum tulang) dari sel darah putih yang tidak normal. Penyebab utama CML adalah ketidaknormalan dari gen kromosom tertentu. Sedangkan GIST adalah penyakit kanker yang terjadi pada saluran cerna yang berawal dari sel stroma (jaringan ikat penyokong organ-organ yang terlibat dalam pencernaan makanan), sedangkan penyebab dari GIST sendiri adalah adanya ketidaknormalan enzim tyrosine kinase (enzim yang bertanggung jawab dalam pengembangan dan pembelahan sel).

Karena keterbatasan dana, banyak pasien CML maupun GIST dari keluarga tidak mampu tidak dapat memperoleh pengobatan yang memadai disebabkan mahalnya harga obat kanker imatinib tersebut dimana untuk pengobatan dasar saja dibutuhkan > 20 juta rupiah setiap bulannya. Baru sejak tahun 2003 dimulai program GIPAP yaitu program kerjasama antara Novartis Indonesia  dan Yayasan Kanker Indonesia cabang Jakarta untuk memberikan obat anti kanker imatinib secara gratis kepada pasien yang tidak mampu. Tetapi sayangnya program tersebut  baru bisa menjangkau penderita yang berada di wilayah Jakarta saja & yang termasuk pasien  tidak mampu.  Sedangkan untuk pasien yang hanya setengah mampu tetap harus membayar utuh, demikian juga pasien yang berada didaerah harus mengambil obat tersebut ke Jakarta.

peluncuran program NOA

Oleh karena itu, untuk lebih menjangkau lebih banyak penderita lagi, maka pada tanggal 30 Juni 2009 kemarin Novartis Indonesia bekerjasama dengan YKI mengadakan acara peluncuran program akses pengobatan terbaru yang disebut dengan NOA (Novartis Oncology Access). Program ini dibuat untuk semakin memaksimalkan akses dalam hal keterjangkauan biaya & keberlanjutan terhadap obat kanker imatinib bagi pasien yang menderita leukemia kronik (CML) dan kanker saluran cerna (GIST).

Untuk pasien CML ataupun GIST yang ingin mengikuti program ini bisa menghubungi YKI ataupun dokter hematologis onkologisnya, untuk kemudian pasien akan dinilai oleh tim penilai independent yang telah ditunjuk untuk menentukan pembiayaan tahunan  imatinib yang mampu di kontribusikan oleh pasien. Penilaian kriteria ini berdasarkan panduan  dari WHO mengenai akses obat. Sehingga pasien yang setengah mampu pun akan mendapatkan subsidi sesuai kemampuannya sedangkan pasien yang tidak mampu akan tetap dapat memperoleh obat tersebut secara gratis.

Untuk lebih mempermudah akses mendapatkan propram GIPAP & NOA, maka Novartis juga melakukan kerjasama dengan Bakornas HOMPEDIN & PHTDI selaku asosiasi professional para pakar hematologis & onkologis untuk mendukung penegakan diagnosa CML & GIST serta untuk memantau penyakit tersebut di beberapa  rumah sakit riset di Indonesia.

Bila ingin mengetahui lebih lanjut tentang program NOA tersebut, dapat menghubungi NOA Call Centre di : 021-36901133 atau Corporate Communications Novartis Indonesia di : 021-2513251, ext.1240