Seminar Bekti-medicastore.com
07-10-2010

Jakarta Diabetes Meeting 2010

Jakarta Diabetes Meeting (JDM) adalah pertemuan tahunan yang membahas segala seluk-beluk tentang Diabetes Melitus. JDM tahun ini yang akan diselenggarakan di Jakarta tanggal 13-14 November 2010 mendatang direncanakan diikuti oleh 1500 dokter umum dan dokter spesialis, dengan mengambil tema “Diabetes: Lipid and Vascular Risks”. Demikian yang diungkapkan dalam acara media edukasi inisiasi The 19th Jakarta Diabetes Meeting yang berlangsung di Hotel Nikko Jakarta, tanggal 28 September 2010 kemarin.


ki-ka : Dr. dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD; Eugenia Siahaan (moderator), Prof. Dr. dr. Sarwono Waspadji, SpPD-KEMD; Dr. Imam Subekti, SpPD-KEMD


Dr.dr.Dante Saksono Harbuwono, SpPD, Ketua Panitia JDM 2010 pada press conference mengatakan, “JDM 2010 yang meliputi simposium, Perawatan kaki pada pasien diabetes, Perawatan lemak tubuh, Pameran serta Global Diabetes Walk and Fun Day merupakan yang ke-19 kali diselenggarakan dan kami berharap JDM 2010 dapat menjadi momen penting dan bermanfaat bagi para dokter di Indonesia“. JDM sendiri merupakan rangkaian acara yang terdiri dari Obesity Course, Diabetes Foot Course, Global Diabetes Walk and Fun Day, dan JDM itu sendiri.

“Diabetes merupakan kelainan yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi bahkan kematian di samping beban ekonomi dan biaya yang tinggi. WHO memprediksikan kenaikan pasien diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia sebesar 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta pada tahun 2010. Oleh karena itu kepedulian masyarakat tentang diabetes harus ditingkatkan, tambah Dr.dr.Dante Saksono Harbuwono, SpPD.

Pada kesempatan yang sama, Prof.Dr.dr.Sarwono Waspadji, SpPD-KEMD mengatakan, “Penyakit jantung dan pembuluh darah dapat terjadi pada penyandang diabetes mellitus maupun bukan, namun penyandang diabetes mellitus memiliki risiko terkena penyakit ini lebih besar. Wanita dengan diabetes mellitus menderita penyakit jantung dan pembuluh darah 4-6 kali lebih besar dibandingkan wanita tanpa DM sedangkan pria dengan dengan DM berisiko 2-3 kali lebih besar dibandingkan dengan pria yang bukan penderita.”

”Penyakit jantung dan pembuluh darah pada pasien DM juga dapat muncul pada usia lebih dini. Kadar gula darah yang tinggi pada DM dapat memicu peningkatan timbunan zat-zat lemak pada dinding pembuluh darah. Timbunan zat-zat lemak ini dapat menyebabkan sumbatan pada aliran darah dan menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih kaku sehingga mempercepat timbulnya berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah tersebut,” demikian dijelaskan Prof.Sarwono.

Dr.Imam Subekti, SpPD-KEMD, Kepala Divisi Metabolik dan Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI dalam presentasinya mengemukakan tentang kaitan yang erat diabetes dengan lemak tubuh. “Diabetes disebabkan adanya gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin (disebut resistensi insulin) atau keduanya. Kondisi resistensi insulin menyebabkan gangguan pada metabolisme lemak, yang berujung pada meningkatnya Trigliserida dan kolesterol LDL serta menurunnya kolesterol HDL. Profil lemak yang demikian memudahkan terjadinya pengerakan (pengerasan) pembuluh darah dan berakibat penyakit pembuluh darah besar maupun kecil. Data lain menyebutkan, peningkatan berat badan yang sedikit sekalipun dapat meningkatkan risiko diabetes.”

“Terdapat dugaan bahwa jaringan adipose pada orang gemuk mengeluarkan zat yang mengganggu kerja insulin pada jaringan otot rangka dan hati. Zat asam lemak bebas plasma (Free Fatty Acid) diduga kuat menyebabkan resistensi insulin pada otot rangka dan hati secara langsung,” ujarnya.

Masyarakat diharapkan dapat menjaga kadar gula darah sebisa mungkin mendekati normal. Tekanan darah yang baik pada penyandang DM adalah <130/80 mmHg, LDL <100 mg/dL, trigliserida <150mg/dL, HDL >40 mg/dL (pria) dan >50 mg/dL (wanita). Selain itu, diharapkan dapat menjaga berat badan agar Indeks Massa tubuh berada dalam kisaran normal (18,5-22,9kg/m2), melakukan aktivitas fisik sepanjang 30 menit sebanyak 3-4 kali dalam seminggu serta mengatur menu makanan dengan mengurangi konsumsi lemak < 25 % dari total kalori harian.