Seminar Scientific Medicastore
26-04-2007

Seminar RS Jantung Harapan Kita: Makan Enak Jantung Sehat

Siapa yang tidak suka makan makanan enak? Makanan yang sangat menggugah selera dan terasa enak di lidah, sehingga membuat kita tidak bisa berhenti makan. Meskipun demikian, makanan enak identik dengan lemak/kolesterol yang tidak ramah untuk jantung anda. Jika tidak hati-hati menjaga makanan anda, maka anda berisiko terkena penyakit jantung koroner (PJK).

Sabtu, 14 April 2007 lalu, Pusat Jantung Nasional Harapan Kita menyelenggarakan obrolan sehat bertemakan “makan enak, jantung sehat” di Auditorium RS Jantung Harapan Kita yang berlokasi di lantai 4 Gedung Utama RS Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat.

Kolesterol selalu dianggap sebagai penyebab utama penyakit jantung koroner (PJK) karena kolesterol merupakan aspek fundamental terjadinya aterosklerosis. “Bahkan, PJK merupakan kasus penyakit jantung yang mendominasi di RS Jantung Harapan Kita,” ungkap Dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK.

Risiko Penyakit Jantung Koroner

dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK.


Penyakit Jantung Koroner ditandai dengan adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi dinding suatu arteri koroner dan menyumbat aliran darah. Resiko terjadinya penyakit arteri koroner meningkat pada peningkatan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah.

Menurut perkiraan Badan Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi PJK pada tahun 2003 tercatat sebanyak 16,6 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskuler dan pada tahun 2001 saja tercatat sebanyak 7,2 juta kematian akibat PJK.

PJK memiliki faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti usia dimana semakin bertambah usia (di atas 60 tahun) maka risiko PJK semakin besar. Namun, kini tidak hanya usia lanjut tapi usia muda juga berisiko. Berdasarkan laporan WHO tahun 2002, diketahui sebanyak 4,4 juta kematian akibat hiperkolesterol.

Makanan mempengaruhi kadar kolesterol total dan karena itu makanan juga mempengaruhi resiko terjadinya penyakit arteri koroner. Hiperkolesterol dapat terjadi akibat gaya hidup kurang sehat seperti pola konsumsi yang tidak sehat seperti banyak mengkonsumsi makanan mengandung kolesterol tinggi seperti daging, otak, hati, udang, kerang, cumi, kepiting, kuning telur, keju, dll.

Sebenarnya kolesterol tidak selamanya jahat. Tubuh kita masih memerlukan kolesterol dalam jumlah tertentu untuk membentuk dinding sel, hormon dan empedu. Namun, jika jumlahnya berlebihan akan menimbulkan penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah (ateroklerosis).

Hiperkolesterol akibat gaya hidup ini termasuk faktor risiko yang bisa diubah. Kadar kolesterol dalam darah yang sebelumnya tinggi pun dapat diturunkan. Penurunan total kolesterol sebanyak 10% dapat menghasilkan penurunan akibat PJK sebanyak 15% dan penurunan kematian total sebanyak 11%.

Fitosterol, Mengontrol Kolesterol Darah

Fitosterol adalah steroida (sterol) yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan dan mempunyai struktur yang mirip dengan kolesterol. Fitosterol bekerja menghambat penyerapan kolesterol di dalam saluran cerna dengan cara menggantikan kolesterol di larutan misel yang akan diserap usus.

Berdasarkan hasil studi, sterol dari tanaman ini mampu mengurangi penyerapan kolesterol sebanyak 30-40%, sehingga kolesterol yang tidak tergabung ke dalam misel kemudian akan dikeluarkan dari tubuh.

Badan Kesehatan Amerika, FDA pada tahun 2000 menyebutkan 0,65 gram sterol tanaman adalah kadar minimal fitosterol untuk memberikan efek. Program edukasi kolesterol nasional yang dicanangkan di Amerika sudah memasukkan fitosterol sebagai bagian dari rekomendasi diet.

Fitosterol banyak terkandung di dalam kacang-kacangan dan ikan, tapi jangan dalam bentuk digoreng. Sebaiknya konsumsi kacang yang telah direbus dan ikan bakar. Kandungan fitosterol paling banyak terdapat dalam minyak bekatul.

Meskipun fitosterol baik untuk dikonsumsi orang dewasa, ada efek kurang menguntungkan seperti menurunkan kadar karotenoid. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan pemberian bahan makanan yang menjadi sumber karotenoid seperti tomat dan wortel.

Sayangi Jantung Anda

Jantung yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup. Agar jantung sehat, Dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK memiliki tips agar konsumsi makanan sehat dan fitosterol, berpikir sehat, istirahat sehat, dan lakukan aktivitas sehat.

Makanlah makanan yang mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal (omega-9/ asam oleat) seperti minyak tropical, minyak kacang, minyak wijen, dan asam lemak tidak jenuh ganda (omega-6 / asam linoleat) seperti minyak bunga matahari, kedelai dan jagung.

Pola hidup di kota besar yang cenderung kurang sehat juga dapat menyebabkan terjadinya hiperkolesterol, seperti jarang berolahraga, merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, kurang istirahat. Lakukanlah jalan kaki, tapi jangan olahraga yang berlebihan karena akan menimbulkan radikal bebas.

Acara tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang sebagian besar terdiri dari usia lanjut. Padahal sebaiknya, jantung kita jaga sedari muda. Kalau bukan kita, siapa lagi yang sayang jantung kita.

Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.