Seminar nita-medicastore.com
25-02-2008

Women Gathering: Kepedulian Perempuan Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

Minggu, 24 Februari 2008, bertempat di Balai Kartini, Jakarta, diselenggarakan women gathering yang diperuntukkan bagi remaja putri dan perempuan dewasa bertema “Pencegahan Dini Kanker Serviks”. Women gathering hasil kerjasama Majalah Anakku dan GlaxoSmithKline (GSK) ini merupakan lanjutan dari kampanye Help X-Out Cervical Cancer yang telah diluncurkan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Yayasan Kanker Indonesia pada awal November 2007 yang lalu.

Duta kanker serviks kampanye Help X-Out Cervical Cancer, Yuanita Rohali dan putrinya, Alika, mengajak peserta yang hadir untuk menyebarluaskan kampanye Help X-Out Cervical Cancer agar terbentuk public awareness terhadap kanker serviks. Mona Ratuliu dan Desy Novianti turut pula hadir sebagai tanda kepedulian terhadap kanker serviks.



women_gathering_cegah_kanker_serviks
Mona Ratuliu, Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA(K)
pengasuh Majalah Anakku dan Desy Novianti


Setiap Perempuan Beresiko Terinfeksi HPV
Virus HPV (Human Papillomavirus) yang dituding sebagai penyebab utama kanker serviks merupakan virus umum yang dapat dengan mudah ditularkan melalui kontak kulit kelamin. Kebanyakan infeksi HPV akan menghilang dengan sendirinya (rata-rata penelitian sekitar 9,8 bulan) namun beberapa akan menetap.

“Serviks yang normal jika terkena infeksi HPV resiko tinggi maka akan terjadi lesi pra kanker yang selanjutnya akan berkembang lebih lanjut menjadi kanker serviks. Perjalanan penyakit ini berlangsung lama, sekitar 8 tahun. Jika seorang perempuan terdeteksi kanker serviks pada usia 28 tahun, berarti dia terinfeksi pada usia 20 tahun” papar Dr. dr. Andrijono, SpOG(K) yang hadir sebagai pembicara.

Tidak seperti virus lainnya, ketika seseorang telah terinfeksi HPV, tidak berarti dia akan memiliki kekebalan terhadap virus ini. Oleh karena itu, meskipun seorang telah terpapar HPV, dia telah memiliki resiko infeksi berulang dari tipe HPV yang sama atau yang berbeda, dan tetap beresiko terkena kanker serviks.

Baik remaja putri maupun perempuan dewasa beresiko terkena kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi atau infeksi berulang yang disebabkan oleh HPV penyebab kanker.

Terdapat 15 jenis tipe HPV yang menyebabkan kanker yang dapat mengarah kepada kanker serviks, yakni HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan lebih dari 70% kanker serviks di Asia Pasifik dan dunia.

Di hadapan sekitar 200 peserta yang kebanyakan ibu-ibu muda, dokter Konsultan Onkologi Ginekologi ini menambahkan, “Dari 100 orang yang terinfeksi HPV, hanya 3 saja yang akan menjadi kanker serviks. Yang paling beresiko terinfeksi HPV adalah mereka yang telah melakukan hubungan seksual”.

Pada umumnya, tidak akan terlihat gejala pada stadium awal dari kanker serviks, sehingga pasien yang datang ke dokter seringkali dalam stadium lanjut. Jika kanker serviks telah memasuki stadium lanjut, barulah muncul keluhan seperti nyeri saat berhubungan seksual atau pendarahan setelah berhubungan seksual.

Skrining kanker serviks yang paling sering digunakan adalah pap smear. Pap smear dapat mendeteksi stadium awal kanker serviks dengan cara mengidentifikasi perubahan sel pada leher rahim. Skrining penting dilakukan karena dapat membantu mendeteksi perkembangan kanker serviks, tetapi tidak dapat mencegah terjadinya infeksi HPV.
Lebih lanjut dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa pengobatan pada kanker serviks tergantung dari stadium kanker serviks yang diderita. Pilihan pengobatannya dapat berupa pembedahan, radiasi dan kemoterapi. Tingkat kesembuhannya sendiri tergantung dari stadium, ketepatan terapi dan respon terapi pada pasien.



dr_andrijono_dan_dr_hariyono
Dr. dr. Andrijono, SpOG(K) dan Dr. Hariyono Winarto, SpOG


Vaksin HPV dengan Ajuvan Inovatif AS04
Pencegahan terhadap infeksi HPV dapat dilakukan sebelum virus tersebut masuk ke dalam tubuh, yakni dengan pemberian vaksin. Vaksin HPV merupakan vaksin yang bersifat pencegahan (profilaksis). Direkomendasikan untuk perempuan usia 10-55 tahun.

Menurut Dr. Hariyono Winarto, SpOG yang juga hadir sebagai pembicara, vaksin HPV memiliki dua komponen, yakni antigen dan adjuvan. Antigen akan merangsang tubuh untuk menghasilkan antibodi terhadap HPV. Sedangkan adjuvan merupakan substansi yang memperkuat respon imun terhadap antigen.

Vaksin HPV dari GSK ditujukan baik bagi remaja putri maupun perempuan dewasa untuk pencegahan kanker serviks. Vaksin ini diformulasikan khusus dengan teknologi sistem adjuvan AS04 yang akan mendorong terbentuknya respon kekebalan yang lebih kuat dan tahan lama. Vaksin terdiri dari 3 dosis, diberikan pada bulan ke-0, ke-1 dan ke-6.


Artikel terkait: Perangi Kanker Serviks dengan Vaksin
Kanker Mulut Akibat HPV Meningkat pada Pria
Saatnya Peduli Bahaya Kanker Serviks
Kanker Serviks: Kanker yang Dapat Dicegah
Hidup Bersama Terapi Kanker Serviks

Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.