Seminar Bekti-Medicastore.com
23-04-2013

Yuk, Berkenalan dengan Eksim

Orang biasanya hanya mengenal eksim sebagai salah satu penyakit kulit, dimana penderitanya akan merasa gatal-gatal & mempunyai kulit yang bersisik, tapi benarkah hanya itu saja ?. Eksim atau yang dikenal sebagai Dermatitis Atopik adalah suatu peradangan menahun pada lapisan atas kulit yang menyebabkan rasa gatal.  Sekitar 80 % kasus eksim terjadi pada anak-anak berusia < 5 tahun, tetapi kabar baiknya sebagian besar kasus tersebut akan berhenti dengan sendirinya ketika anak sudah beranjak dewasa.

Dermatitis atopik / eksim pada anak-anak

Sumber : medicalpicturesinfo.com

 

Gejala dari eksim atau dermatitis atopik sendiri adalah ruam kemerahan pada kulit yang disertai dengan rasa gatal. Pada bayi & anak-anak, ruam kemerahan tersebut biasanya terdapat di pipi, kulit kepala, area popok & daerah lipatan-lipatan kulit seperti siku, ketiak, lutut dll. Sedangkan pada orang dewasa biasanya ruam kemerahan tersebut akan lebih menyebar, bahkan bisa ke area tubuh yang lebih luas lagi.

Untuk mengatasi penyakit eksim sendiri tidak ada pengobatan tunggal yang paling ideal. Setiap pasien memerlukan pengobatan yang sesuai dengan kondisinya, kondisi yang dapat mempengaruhi jenis pengobatan yang dilakukan meliputi usia pasien, besar kecilnya area tubuh yang terkena, lokasi eksim,  jenis eksim yang dialami serta ada tidaknya infeksi yang menyertai penyakit eksim tersebut.

Selain itu, karena penyakit eksim sebenarnya adalah penyakit  akibat adanya gangguan pada barrier kulit, maka dengan perawatan kulit yang tepat akan dapat membantu meringankan kondisi pasien. Seperti misalnya dengan cara mengunakan sabun yang lembut & menjaga kelembapan kulit dengan pemakaian pelembap kulit yang sesuai. Untuk membantu mengatasi rasa gatalnya, bisa diberikan obat oles kulit yang mengandung kortikosteroid, baik yang berbentuk krim atau salep. Jenis kortikosteroid yang digunakan tergantung dari kondisi eksim yang dialami, area kulit yang terkena serta usia penderita. Selain itu kombinasi antara obat kortisosteroid yang dioles dengan antibiotika juga bisa diberikan bila penyakit eksim yang dialami semakin berat & telah terinfeksi dengan bakteri.   

Gambar bakteri Staphylococcus aureus

Sumber : triplehelixblog.com

 

Salah satu bakteri yang sering menimbulkan infeksi pada kulit adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini banyak terdapat di kulit, pada kulit yang normal biasanya tidak menimbulkan masalah. Tetapi pada pasien penyakit eksim, akibat rasa gatal yang ditimbulkan seringkali menggaruk kulitnya secara berlebihan. Sehingga kemudian kulit yang terluka tersebut menjadi tempat masuknya bakteri Staphylococcus aureus ke dalam lapisan kulit & menimbulkan infeksi. Pada kulit yang terinfeksi biasanya akan timbul nanah berupa bintil-bintil putih kecil di kulit. Bila demikian maka sebaiknya digunakan obat oles kortikosteroid yang dikombinasikan dengan antibiotika. Bila area kulit yang terkena eksim sudah melebar, dokter dapat juga memberikan obat kortikosteroid secara oral yang dikombinasikan dengan obat anti histamin untuk membantu meredakan rasa gatalnya.

Dengan penanganan yang tepat, maka gejala penyakit eksim yang dirasakan bisa ditekan sehingga kualitas hidup penderita eksim dapat ditingkatkan & bisa beraktifitas dengan baik.